DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Aku Melihat Barongsai, Ibu

image
Puisi Esai Karya Denny JA, Aku Melihat Barongsai, Ibu.

Oleh Denny JA

ORBITINDONESIA – Denny JA, penulis kenamaan Indonesia membuat puisi esai tentang kenangan seorang anak bangsa terhadap peristiwa kerusuhan rasial bulan Mei 1998 di Jakarta.

Inilah puisi esai karya Denny JA yang diberi judul;

Aku Melhat Barongsai, Ibu

Aku masih ingat, Ibu.

Ketika kerusuhan Mei 98, aku memang masih remaja.

Tapi masih terkenang air matamu, ibu.

Ketika kau menangis, dalam sekali.

Akupun menangis.

Ayah ikut menangis.

 

Mall klender itu terbakar.

400 orang mati di sana. (1)

Termasuk anakmu, yang juga kakakku.

Kau berteriak keras sekali: “Siapa yang membunuh anakku?

“Siapa yang tega?”

 

Tiga hari kau tak bicara.

Hanya menangis.

Tiga hari aku memelukmu.

 

Aku masih ingat ibu.

Ketika kerusuhan mei 98 itu.

Ayah mengecet toko kita di kota.

Tertulis di sana: “toko ini milik haji muslim.”

Kata Ayah, hanya ini cara agar toko kita tak ikut dibakar massa.

 

Lalu kau kirim aku mengungsi ke luar negeri.

Sekolah di sana, Nak.

Katamu: “Jangan kembali sebelum negeri  ini aman.”

 

Setelah kau wafat, Ibu.

Aku melihat Indonesia berubah.

 

Kini Barongsai dibolehkan.

Aku melihatnya berlenggak-lenggok di mall.

Di TV,  ada acara bahasa mandarin.

Tokoh keturunan Tionghoa menjadi menteri.

Khonghucu diakui.

Tahun baru Cina menjadi hari libur nasional.

 

Aku kembali ke Indonesia, Ibu.

Kembali menjadi Indonesia.

Seperti pesanmu, kembali ketika negeri ini sudah aman.

 

Indonesia sudah aman, Ibu.

Ini Indonesia yang berbeda.

 

Aku ingin tumbuh bersama negeri ini.

Di sini, aku dilahirkan.

Di negeri ini juga aku ingin dimakamkan. ***

Feb 2023

CATATAN:

1. Dalam kerusuhan Mei 98, 400 tewas orang terbakar di Mall Klender

https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-kelam-400-orang-terbakar-di-yogya-plaza-saat-tragedi-98.html

#Puisi Esai ini dibacakan dalam pertemuan Lintas Agama Forum Esoterika Memperingati Imlek

Berita Terkait