Sudah Ada Standar Internal Ketat, Pakar Sebut Usia Galon Bukan Penentu Keamanan

Ilustrasi galon guna ulang untuk AMDK.

Ilustrasi galon guna ulang untuk AMDK.

Tech Life

ORBITINDONESIA.COM -- Usia galon guna ulang tidak menentukan kualitas air minum di dalamnya. Sejumlah pakar menegaskan, air tetap higienis dan aman dikonsumsi selama galon memenuhi standar keamanan, dirawat dengan baik, serta melalui proses pengawasan dan sanitasi yang diterapkan produsen.

Guru Besar Bidang Rekayasa Pengemasan Pangan IPB, Prof. Nugraha Edhi Suyatma mengatakan hingga kini tidak ada standar yang membatasi usia penggunaan galon guna ulang.

Menurut dia, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) telah memiliki sistem pengendalian mutu untuk memastikan galon yang beredar tetap memenuhi persyaratan keamanan pangan.

"Mereka sudah punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insyaallah aman," kata Nugraha, belum lama ini.

Dia menjelaskan, hasil riset kolaborasi Seafast IPB dan BPOM menunjukkan bahwa galon yang telah digunakan hingga 50 kali dan disimpan pada kondisi ekstrem tetap memenuhi batas migrasi Bisphenol A (BPA) sesuai ketentuan BPOM. Artinya, penggunaan ulang galon tidak serta-merta menurunkan keamanan air minum di dalamnya.

Menurut Nugraha, ketahanan galon lebih ditentukan oleh cara pemakaian dibanding usia kemasan itu sendiri. Dia menjelaskan, perlakuan konsumen seperti cara mencuci maupun penggunaan yang berpotensi menggores permukaan bagian dalam galon, justru lebih memengaruhi kualitas dan keamanan kemasan.

"Jadi, perlakuan para konsumen lebih mempengaruhi usia atau ketahanan daripada galon itu menjadi cepat rusak atau tidak," katanya.

Pandangan senada disampaikan Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB yang mendalami bidang air, Prof. Suprihatin. Dia menegaskan hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan gangguan kesehatan hanya karena telah digunakan dalam waktu lama.

"Selama ini tidak ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," katanya.

Suprihatin menjelaskan bahwa aspek yang harus menjadi perhatian justru kebersihan fisik galon serta pengawasan sanitasi dan mikrobiologis. Dia mengatakan, selama galon memenuhi standar kebersihan dan diproses sesuai prosedur, kualitas air minum tetap terjaga.

Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini menambahkan, perusahaan AMDK yang telah memiliki reputasi umumnya menerapkan standar ketat sebelum galon digunakan kembali. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik galon, umur pakai, hingga kebersihan secara kimia maupun mikrobiologis.

"Perusahaan AMDK yang sudah punya nama umumnya memperhatikan hal tersebut dan jarang menggunakan galon yang lanjut usia," katanya.

Suprihatin juga menegaskan bahwa usia galon tidak berpengaruh terhadap laju migrasi BPA ke dalam air minum. Menurut dia, migrasi lebih dipengaruhi oleh kondisi kimia dan fisik, seperti tingkat keasaman, suhu tinggi, maupun lamanya kontak antara kemasan dengan produk.

"Migrasi BPA hanya terjadi dalam kondisi ekstrem tertentu. Secara teoritis, laju migrasi BPA dari galon ke AMDK tidak dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian galon," katanya.

Sementara itu, Pakar Teknik Kimia Steven Soen mengatakan anggapan bahwa galon yang telah digunakan bertahun-tahun otomatis berbahaya tidak dapat disimpulkan begitu saja. Menurut dia, faktor yang paling menentukan justru cara penyimpanan dan penggunaan galon selama masa pakainya.

"Cara penyimpanan dan penggunaan galon jauh lebih berpengaruh (memicu migrasi) dibanding sekadar lamanya usia pakai," katanya.

Steven menjelaskan, potensi migrasi material memang dapat meningkat apabila galon diperlakukan secara tidak tepat, misalnya terus-menerus terpapar panas atau digunakan tidak sesuai fungsinya. Namun hal tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh umur galon.

"Itu manajemen penyimpanan saja. Kalau memang buat minum, simpan baik-baik di dalam rumah. Jadi balik lagi ke kita manusianya, bukan plastiknya, bukan BPA-nya, tapi ke kita. Gimana kita dengan bijak menyimpan produk itu. Gimana kita juga dengan bijak mengolah sampahnya," katanya.

Dia juga menepis anggapan bahwa produsen AMDK menggunakan galon yang sama tanpa batas waktu. Menurutnya, produsen memiliki standar internal mengenai jumlah penggunaan dan umur pakai galon sehingga kemasan yang sudah tidak memenuhi persyaratan akan ditarik dari peredaran.

"Apakah memang semua orang galon pemberian kakek ini terus dipakai? Enggak juga. Pabrik juga pasti punya kebijakan. Dia juga cuci-cuci pasti ada batasnya, enggak mungkin dari zaman ratusan tahun itu terus dipakai. Pasti dia bikin lagi. Jadi enggak mungkin galon itu dipakai bertahun-tahun terus tanpa ada penggantian. Pasti pada akhirnya kembali di-recycle dan pabrik mengeluarkan yang baru," katanya. ***