FAR Terpukul: Count Limited Turun, Krisis Penasihat Keuangan
ORBITINDONESIA.COM – Financial Adviser Register (FAR) kembali jadi sorotan setelah Count Limited kehilangan posisi tiga besar licensee dan jumlah penasihat keuangan menyusut tajam. Dalam sepekan yang berakhir 4 Juni, Count turun ke peringkat empat, sementara WT Financial Group naik ke podium dengan selisih tipis.
Pergeseran ini bukan sekadar soal peringkat, melainkan sinyal rapuhnya ekosistem layanan nasihat keuangan di Australia. Count kehilangan 26 adviser setelah menutup layanan restricted SMSF dan limited advice, membuat totalnya turun menjadi 527, di bawah WT yang mencatat 529.
Count sebelumnya sempat bertahan di tiga besar, bahkan berada di posisi dua di belakang Entireti hingga Desember sebelum disalip Centrepoint Financial Group. Pola “kejar-menyalip” itu menunjukkan pasar licensee makin kompetitif, tetapi juga makin rentan terhadap perubahan model bisnis.
Data Padua Wealth memperlihatkan limited advice sector jatuh curam dalam setahun terakhir. Jumlahnya disebut terpangkas dari 330 per 1 Desember menjadi 164, berarti turun 50,3 persen dan menggambarkan penyusutan ruang kerja bagi adviser di segmen ini.
Pukulan terbesar pekan itu justru terjadi di level profesi, ketika 35 adviser hilang dari FAR sehingga total menjadi 15.136 untuk pekan berakhir 4 Juni. Meski ada 11 pendatang baru, angka itu mengindikasikan keluarnya 46 adviser berpengalaman dari sistem.
Kontrasnya terasa karena pekan sebelumnya profesi sempat “menembus plafon” dengan kenaikan bersih satu untuk tahun fiskal 2025–26. Setelah koreksi pekan ini, FY26 year-to-date berubah menjadi rugi bersih 34, sementara calendar YTD masih mencatat plus 81.
Musim juga memperburuk keadaan karena Juni dikenal sebagai periode kehilangan tertinggi menjelang tanggal sensus 30 Juni. Dengan kurang dari empat pekan penuh tersisa, peluang pembalikan tren terlihat tipis, terutama bila arus pengunduran diri kembali menguat.
Di sisi mobilitas, 109 adviser tercatat aktif dalam pengangkatan dan pengunduran diri pada periode yang sama. Hanya satu licensee yang benar-benar berhenti beroperasi, yaitu Damien Grist, yang akhirnya tersisa nol adviser.
Ada pemenang di tengah turbulensi, dan mereka cenderung memanen perpindahan dari pihak yang melepas model bisnis lama. Capstone Financial Planning naik bersih tiga setelah menyerap empat dari Count, sementara Janus Financial juga naik bersih tiga dari penutupan Damien Grist.
Ord Minnett Group menambah bersih tiga, termasuk dua pendatang baru dan satu perpindahan dari Lipman Burgon and Partners. Bell Financial Group dan Blackcrest Group masing-masing naik dua, dan seluruhnya berasal dari new entrants.
PSK Group naik bersih dua dengan mengambil satu adviser dari Entireti & Akumin Group dan satu dari FYG Planners. Di lapisan bawah, 23 licensee naik bersih satu, termasuk Fiducian Financial Group, Morgans Group, dan Invest Blue.
Namun pusat gravitasi cerita tetap pada pihak yang kehilangan. Count mencatat rugi bersih 26, dengan 22 di antaranya berasal dari Merit Wealth yang terkait model limited advice, serta tujuh dari GPS Wealth, dan ini menegaskan keluarnya Count sepenuhnya dari sektor limited advice.
Sequoia Group juga kembali muncul di daftar kerugian, turun sembilan dalam sepekan. Empat adviser sudah pindah ke Akumin, Gill and Co Advisory, Lifespan, dan Guideway, sementara lima lainnya belum memiliki penunjukan baru.
Skala kemerosotan Sequoia lebih dramatis bila dilihat tahunan. Sequoia kini berada di 152 setelah memulai tahun dengan 282, sehingga narasinya bukan fluktuasi biasa, melainkan erosi yang konsisten.
Centrepoint Group kehilangan empat adviser yang belum terangkat kembali, namun mendapat satu dari Adrians Wealth Management. Lima licensee lain turun dua masing-masing, yakni Evans Dixon, Rhombus Enterprises, Macquarie Group, Clime Group, dan FYG Planners.
Penurunan Count Limited di FAR bukan sekadar “kalah jumlah”, melainkan pilihan strategi yang mahal: menutup layanan limited advice berarti memotong jalur masuk bagi klien sederhana dan berbiaya lebih rendah. Saat pintu itu ditutup, pasar berisiko makin elitis, dan kebutuhan nasihat dasar justru makin sulit dijangkau.
Di sisi lain, keluarnya 46 adviser berpengalaman dalam satu pekan menunjukkan masalah struktural yang lebih dalam daripada sekadar rotasi licensee. Jika talenta senior terus meninggalkan FAR, industri akan menghadapi kekosongan kompetensi, sementara pendatang baru belum tentu cukup cepat menutup defisit pengalaman.
Pergerakan adviser yang tinggi juga menyiratkan satu hal: stabilitas kini menjadi komoditas langka. Licensee yang mampu menawarkan kepastian operasional dan kepatuhan yang rapi akan menyerap pasar, sedangkan yang bermasalah akan terus “bocor” meski berupaya menahan dengan insentif jangka pendek.
FAR, Count Limited, dan limited advice sector kini membentuk satu cerita besar tentang profesi yang sedang mengerut di saat kebutuhan publik tidak serta-merta menurun. Ketika angka adviser turun, beban layanan naik, dan risiko kesenjangan akses makin nyata.
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang berada di tiga besar, melainkan model apa yang masih mampu menjaga kualitas sekaligus keterjangkauan. Jika industri terus kehilangan orang berpengalaman dan menutup layanan sederhana, siapa yang akan menjembatani nasihat keuangan bagi masyarakat luas? (Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)