Sudah Terbit: Buku "Meraba Masa Depan Indonesia Setelah Merdeka 81 Tahun" - Karya SATUPENA
ORBITINDONESIA.COM - Setelah perjalanan panjang, buku Meraba Masa Depan Indonesia Setelah Merdeka 81 Tahun akhirnya siap terbang ke HP Sahabat Satupena dalam bentuk PDF.
Buku ini istimewa. Tebalnya lebih dari 1.000 halaman, ditulis oleh lebih dari 100 anggota Satupena. Inilah buku kumpulan tulisan paling tebal yang pernah diterbitkan Satupena. Membacanya perlu waktu. Jika dicetak, mengangkatnya perlu tenaga dan menaruhnya di rak perlu ruang.
Gagasan penerbitannya muncul pada 4 Juni 2026. Semula, temanya Indonesia: di Ambang Kemajuan atau Krisis? Kemudian diperluas menjadi Meraba Masa Depan Indonesia Setelah Merdeka 81 Tahun, agar isinya tetap relevan dibaca kapan saja.
Di dalamnya ada kritik, kegelisahan, perdebatan, dan optimisme. Bukan buku puji-pujian, bukan pula ratapan nasional. Para penulis mencoba membaca arah Indonesia: ke mana kita akan melangkah setelah 81 tahun merdeka.
Buku ini memang terlambat dari rencana semula. Sebanyak 160 orang mendaftar untuk menulis, tetapi lebih dari 100 orang akhirnya mengirimkan naskah. Ditambah kesibukan kita semua mengurus Kongres Satupena pada 13 Agustus lalu. Jadwal terbit pun bergeser. Begitulah. Menulis buku saja sudah sulit, mengurus organisasi ternyata punya cerita sendiri.
Kini layout selesai. Buku siap diedarkan, tinggal menunggu nomor ISBN.
Alhamdulillah. Puji Tuhan. Akhirnya selesai juga!
Terima kasih kepada semua penulis yang telah menyumbangkan pikiran dan gagasannya.
Sekarang, mari kita lanjutkan pekerjaan berikutnya: membaca dan berbagi! Jangan biarkan seribu halaman ini hanya menjadi penghuni rak buku. Bacalah, diskusikan, dan sebarkan gagasan-gagasan di dalamnya kepada teman, keluarga, komunitas, dan siapa pun yang peduli pada masa depan Indonesia.
Sebab buku mungkin tidak mengubah negeri dalam semalam. Namun, gagasan yang dibaca, diperdebatkan, dan ditindaklanjuti bisa menjadi awal perubahan.
Satu buku, lebih dari seratus penulis, ribuan kemungkinan percakapan. Mari hidupkan bersama!
Salam,
Jonminofri Nazir
Editor.