Alyssa Daguise Kritik Standar Kecantikan Pasca Melahirkan

detikHOT

detikHOT

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Alyssa Daguise menyuarakan kekecewaan atas tekanan standar kecantikan pasca melahirkan yang menuntut ibu cepat “kembali seperti semula”. Ia menegaskan pemulihan pascapersalinan tidak bisa dipercepat oleh komentar, timbangan, atau unggahan media sosial. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Di era layar, tubuh ibu sering diperlakukan sebagai proyek sebelum luka sempat menutup. Istilah “snapback” membuat pemulihan pascapersalinan terdengar seperti target kebugaran, bukan proses biologis dan emosional. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Padahal masa nifas adalah fase adaptasi besar yang melibatkan perubahan hormon, tidur yang terpecah, dan risiko gangguan suasana hati. Organisasi kesehatan seperti WHO menekankan pentingnya perawatan pascanatal bagi ibu dan bayi, bukan sekadar penampilan. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Namun ruang publik kerap memberi penghargaan pada “hasil cepat” dan mengecilkan keluhan ibu sebagai drama. Akibatnya, banyak perempuan merasa bersalah ketika tubuhnya bergerak lebih lambat daripada ekspektasi. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Tekanan standar kecantikan pasca melahirkan bekerja seperti iklan yang tak pernah mengaku sebagai iklan. Ia hadir lewat komentar “kok masih buncit”, pujian “cepat kurus”, dan perbandingan dengan figur publik yang punya akses tim medis serta pelatih pribadi. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Secara medis, pemulihan pascapersalinan berlangsung bertahap dan berbeda pada tiap orang. Banyak panduan klinis menyebut masa pemulihan awal pascamelahirkan umumnya sekitar enam minggu, tetapi pemulihan penuh bisa lebih lama, terutama setelah operasi sesar atau komplikasi. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Tekanan ini juga bersinggungan dengan kesehatan mental ibu. Data CDC di Amerika Serikat menunjukkan sekitar 1 dari 8 perempuan mengalami gejala depresi pascapersalinan, sementara angka global sering diperkirakan sekitar 10–20% dalam berbagai studi. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Ketika tubuh dijadikan ukuran “keberhasilan” menjadi ibu, sinyal bahaya bisa terlewat. Ibu bisa menunda kontrol, menahan nyeri, atau memaksakan diet saat menyusui demi memenuhi standar visual. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Media sosial memperkeras efeknya karena algoritma menyukai transformasi yang dramatis dan cepat. Narasi “sebelum-sesudah” menjadi format hiburan, meski realitas pemulihan lebih mirip garis berliku daripada garis lurus. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Dalam konteks itu, pernyataan Alyssa Daguise terasa seperti rem darurat. Ia menggeser fokus dari “bagaimana terlihat” menjadi “bagaimana pulih”, dari penilaian publik menjadi kebutuhan tubuh. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Kekecewaan Alyssa bukan sekadar curhat selebritas, melainkan kritik pada budaya yang menukar empati dengan estetika. Kita sering mengaku peduli pada ibu, tetapi yang kita ukur justru lingkar pinggang dan kecepatan kembali bekerja. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Standar kecantikan pasca melahirkan juga menyembunyikan bias kelas. “Cepat pulih” lebih mudah dicapai oleh mereka yang punya cuti panjang, bantuan pengasuh, akses nutrisi baik, dan layanan kesehatan berkualitas. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Karena itu, komentar soal tubuh ibu sebenarnya komentar soal privilese yang tak dibicarakan. Ketika publik memuja “snapback”, publik juga ikut menormalisasi ketimpangan yang membuat banyak ibu pulih sendirian. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Kita perlu bahasa baru yang tidak memaksa ibu tampil “baik-baik saja”. Pujian yang lebih manusiawi adalah menanyakan tidur mereka, dukungan yang mereka punya, dan apakah mereka merasa aman. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Jika ada standar yang layak dirayakan, itu adalah standar kebaikan. Kebaikan berarti memberi ruang bagi tubuh untuk berubah, dan memberi waktu bagi ibu untuk kembali menjadi dirinya dengan cara yang tidak seragam. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Pernyataan Alyssa Daguise mengingatkan bahwa pemulihan pascapersalinan adalah kerja sunyi yang tidak pantas diperlombakan. Standar kecantikan pasca melahirkan mungkin laku sebagai tontonan, tetapi sering mahal biayanya bagi kesehatan fisik dan mental ibu. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)

Pertanyaannya sederhana dan tajam: kita ingin ibu terlihat cepat “kembali”, atau benar-benar pulih. Barangkali revolusi paling nyata dimulai dari satu kebiasaan kecil, yakni berhenti mengomentari tubuh ibu, lalu mulai menawarkan bantuan yang konkret. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)