“Istana untuk Anak Sekolah” Cara Kemensetneg Tanamkan Cinta Tanah Air ke Generasi Muda

Sebanyak 208 pelajar SMP Amore Prime School Tangerang dan 92 pelajar SMP Kristen 3 Penabur Jakarta mengunjungi Istana.

Sebanyak 208 pelajar SMP Amore Prime School Tangerang dan 92 pelajar SMP Kristen 3 Penabur Jakarta mengunjungi Istana.

Culture

ORBITINDONESIA.COM - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 300 pelajar SMP Amore Prime School Tangerang dan SMP Kristen 3 Penabur Jakarta melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Peserta terdiri atas 208 pelajar SMP Amore Prime School Tangerang dan 92 pelajar SMP Kristen 3 Penabur Jakarta.

Melalui program tersebut, para siswa berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, antara lain Istana Merdeka, Istana Negara, Kantor Presiden, Ruang Sidang Kabinet, dan Ruang Konferensi Pers.

Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk melihat secara langsung ruang dan fasilitas yang menjadi bagian dari berbagai kegiatan kenegaraan sekaligus mengenal sejarah dan fungsi Istana Kepresidenan.

Memasuki kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, para pelajar tampak antusias mengamati arsitektur, koleksi, serta berbagai ruang yang mereka kunjungi.

Pengalaman tersebut memberikan suasana belajar yang berbeda karena pengetahuan mengenai sejarah dan kehidupan kenegaraan yang selama ini diperoleh di ruang kelas dapat dilihat secara langsung.

Kesan tersebut dirasakan Theodored Messi Sinaga, siswa SMP Amore Prime School Tangerang. Bagi Theodored, melihat langsung tempat yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia membuatnya semakin mengenal dan menumbuhkan rasa nasionalisme di dalam dirinya.

“Menurut saya, program Istana untuk Anak Sekolah ini sangat penting karena saya menjadi lebih tahu tentang sejarah Indonesia, sehingga saya semakin cinta terhadap tanah air,” ungkap Theodored.

Hal serupa dirasakan Tristan, siswa SMP Kristen 3 Penabur Jakarta. Kesempatan melihat langsung bagian dalam Istana memberikan kesan tersendiri baginya. Kemegahan ruangan dan keberadaan berbagai foto bersejarah membuatnya melihat bahwa setiap ruang yang dikunjungi memiliki cerita yang berkaitan dengan perjalanan bangsa.

“Saya melihat ruangannya megah sekali. Saya cukup puas melihat itu, sangatlah bagus, dan banyak sekali foto di setiap ruangan, tersimpan sejarah,” ujar Tristan.

Sebelum diajak berkeliling di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Faisal Fahmi, memberikan sambutan sekaligus pemaparan singkat mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg.

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan peran Kemensetneg dalam memberikan dukungan teknis, administratif, analisis, serta manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Pada dasarnya, Kemensetneg hadir untuk memastikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan secara efektif, baik dari sisi teknis, administratif, maupun analisis kebijakan. Dengan dukungan tersebut, proses penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung secara terkoordinasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Faisal.

Ia menambahkan, peran Kemensetneg tidak hanya berkaitan dengan kegiatan administratif di lingkungan kepresidenan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap pelaksanaan tugas Presiden dan Wakil Presiden serta koordinasi manajemen kabinet.

"Karena itu, Kemensetneg memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran tugas-tugas kepresidenan. Apa yang dilakukan di lingkungan Kemensetneg pada akhirnya merupakan bagian dari upaya memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," katanya.

Melalui kunjungan tersebut, Faisal berharap para pelajar tidak hanya melihat Istana Kepresidenan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga dapat memahami peran pentingnya dalam perjalanan bangsa Indonesia.

"Setiap sudut Istana Kepresidenan Jakarta menyimpan sejarah perjalanan bangsa. Jadikan kunjungan ini sebagai inspirasi untuk terus belajar dan bercita-cita menjadi pemimpin yang mengabdi kepada negara," kata Faisal.

Selanjutnya, para peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah Istana Kepresidenan di Indonesia yang disampaikan Pranata Humas Ahli Pertama Kemensetneg Fitri Damayanti. Para siswa diperkenalkan dengan Istana Merdeka, Istana Negara, dan Kantor Presiden yang menjadi bagian dari lokasi kunjungan.

Dalam pemaparannya, Fitri mengajak para siswa tidak sekadar melihat bangunan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan kenegaraan, tetapi juga memahami cerita dan proses panjang yang membentuknya hingga dapat dinikmati oleh generasi saat ini.

“Kalau hari ini kalian melihat Istana, ruangan-ruangannya, dan berbagai peninggalan sejarah di dalamnya, semua itu punya cerita. Ada proses panjang yang membuat tempat ini tetap ada dan terawat sampai sekarang. Dari situ kita bisa belajar bahwa apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil dari apa yang dilakukan oleh orang-orang sebelum kita,” pungkasnya. ***