Josef H. Wenas: Analisis Intelijen - Posisi Duduk Wapres = Blunder Mensesneg
Oleh Josef H. Wenas
Posisi duduk Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam sidang Paripurna hari Senin, 20 Juli 2026, yang lalu, menjadi sorotan publik. Yang kebanyakan menginterpretasikannya sebagai suatu simbolisme retaknya hubungan presiden dan wapresnya.
Prabowo dibuli habis oleh para pendukung Gibran (yang kebanyakan juga pendukung Jokowi). Dan ini jelas tanggung jawab Sekretariat Negara!
Kok dari tradisi ๐ค๐ฐ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ, mendadak oleh Mensesneg Prasetyo Hadi diubah menjadi ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ?
Hal yang sama sekali tidak lazim!
****
Sejak era Presiden Soekarno-Wapres Mohammad Hattaโ yaitu, sejak 18 Agustus 1945 sampai 1 Desember 1956โ kita selalu menggunakan sistem ๐ค๐ฐ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ (memimpin bersama) sebagai perwujudan dari ide โdwi-tunggal.โ
Setelah Hatta mengundurkan diri (1 Desember 1956), kita mulai memasuki era โDemokrasi Terpimpinโ di mana Presiden Soekarno melakukan ๐ด๐ฐ๐ญ๐ฐ ๐ณ๐ถ๐ฏ, tanpa wakil presiden.
Maka, ๐ฎ๐ฆ๐ฆ๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ข๐ณ๐ณ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต pun berubah dari model ๐ค๐ฐ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ke ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ (memimpin sendirian). Aransemen rapat ini berlaku terus sampai Soekarno resmi dipecat melalui Tap MPRS XXXIII/1967 pada 12 Maret 1967.
Sejak diangkat sebagai Penjabat Presiden pada 12 Maret 1967, kemudian resmi dilantik sebagai Presiden RI ke-II (Tap MPRS XLIV/MPRS/1968, 27 Maret 1968), Jenderal Soeharto masih meneruskan aransemen rapat model ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ, karena belum didampingi oleh sosok wakil presiden.
Ini berlangsung cukup lama. Selama 5 tahun mengemban mandat Tap MPRS XLIV/MPRS/1968 sampai di bulan Maret tahun 1973โ dua tahun setelah Pemilu 1971โ barulah Presiden Soeharto didampingi oleh Wakil Presiden Sri Sultan HB IX.
Maka, model ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ diubah kembali menjadi ๐ค๐ฐ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ. Dan tidak pernah berubah lagi, sampai Soeharto lengser di bulan Mei 1998.
Selama 17 bulan menjabat, Presiden B.J. Habibie yang memang diamanatkan oleh MPR โrasa Reformasiโ saat itu untuk menjadi โjembatanโ menuju Pemilu ulang, memang tidak diamanatkan untuk didampingi oleh sosok wakil presiden.
Pada periode transisional ke era Reformasi ini, kembali model ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ yang digunakan.
Tetapi, di era Reformasi, sejak Presiden Abdurrrahman Wahid (1999) sampai Presiden Joko Widodo (2024) formasi ๐ฎ๐ฆ๐ฆ๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ข๐ณ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต selalu ๐ค๐ฐ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ.
Betul, sudah 25 tahun lamanya tidak ada perubahan.
Bahkan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto masih mempertahankan model ๐ค๐ฐ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ini. Selama 21 bulan. Sampai dilaksanakannya Rapat Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026 kemarin itu.
Saat itulah, publik se-Indonesia dikejutkan dengan kreatifitas Mensesneg Prasetyo Hadi terkait pengaturan tempat duduk Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Hanya sehari setelah publik pendukung Jokowi-Gibran marah dan mulai membuli Presiden Prabowo, Prasetyo Hadi buru-buru jumpa pers untuk meluruskan mispersepsi yang sudah keburu lepas liar kemana-mana.
Penjelasan Mensesneg begini: โPergeseran posisi kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak lagi sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna dilakukan ๐บ๐๐ฟ๐ป๐ถ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐๐๐๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ธ๐ป๐ถ๐.โ
Prasetyo Hadi lanjut menjelaskan yang dimaksud dengan โkebutuhan teknisโ itu, โPenataan ulang tersebut dilakukan untuk mengakomodasi penggunaan alat bantu ๐ต๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ต๐ฆ๐ณ bagi Presiden saat memimpin rapat.โ
Mensesneg sekaligus menepis spekulasi yang beredar mengenai adanya kerenggangan hubungan antara presiden dan wakil presiden. Dan memastikan bahwa formasi tersebut tidak mengurangi kedudukan Wapres.
Formasi ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ-๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ saat ada wakil presiden, tidak pernah terjadi dalam sejarah tradisi pemerintahan RI!
Kok bisa Prasetyo yakin formasi duduk wakil presiden di Rapat Kabinet Paripurna 20 Juli 2026 itu tidak mengurangi kedudukan Wapres Gibran?
****
๐๐ฆ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ ๐ช๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฆ๐ท๐ช๐ฏ๐จ! Sekarang mari kita lihat foto terkait Rapat Kabinet Paripurna tersebut ๐ข๐ด ๐ด๐ฉ๐ฐ๐ธ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ธ.
Lalu, Anda baca keterangan fotonya dengan seksama.
Anda akan paham mengapa alasan Mensesneg Praestyo Hadi menggeser kursi Wapres Gibran sama sekali tidak masuk akal.
-JHW, Yogyakarta, 22 Juli 2026