Bahlil Lahadalia: Ada Opsi Membangun PLTN di Batam, Wilayah Dekat Singapura
ORBITINDONESIA.COM - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menggelar konferensi pers, Senin, 26 Oktober 20-26 di mana terungkap bahwa Indonesia membuka opsi menempatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLT Nuklir/PLTN) di wilayah dekat Singapura.
Rencana tersebut diumumkankan setelah Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan bahwa negaranya serius mengkaji potensi energi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi nasional menyusul keputusan Indonesia memangkas ekspor gas alam.
"Bapak-Ibu semua, apa strategi ke depan? Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk membangun PLTN," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.
"Salah satu studi lokasi yang kita tempatkan, kita akan taruh di Kepri yaitu di Batam untuk bagaimana menopang energi kita. Ini masih dalam kajian dan pemeriksaan," kata Bahlil.
Meski rencana tersebut masih akan menunggu hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS), penyebutan Kepri (Kepulauan Riau) memiliki dimensi lain mengingat posisi strategis provinsi tersebut di jalur perdagangan internasional dan kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia.
Selain Kepri, Bahlil mengungkapkan kajian awal pembangunan PLTN juga mencakup Pulau Kalimantan, dan Sumatra. Khusus wilayah Halmahera, Maluku Utara, pemerintah telah menjajaki kerja sama teknologi dengan BUMN nuklir Rusia, Rosatom.
“Bangsa kita ini tidak boleh diatur-atur sama negara lain. Wilayah kita, kalau kita mau taruh di mana pun, selama memenuhi standar, apa urusannya?” kata Bahlil. ***