Agus Bachtiar K: Pahlawan Tanpa Tanda Berjasa

Agus Bachtiar Kurniawan, S.Pd.

Agus Bachtiar Kurniawan, S.Pd.

Puisi

ORBITINDONESIA.COM - Guru…

Seumpama aku presiden,

setulusnya aku ’kan menghiba

pada sang empu penempa generasi bangsa.

Kupuji kau atas baktimu,

kupuja engkau karena jasamu.

Guru…

Misalkan aku presiden,

aku pasti tak enak hati.

Waktumu habis kau bagi

mereduksi hantaman budaya keji,

sementara anakmu?

Kaupasrahkan pada pembantu.

Guru…

Bila saja aku presiden,

’kan kuberikan kau kemewahan.

Niat tulusmu tiada keserakahan,

kaulah senyatanya pahlawan sejati,

darimulah cermin kemuliaan hati.

Guru…

Andai saja aku presiden,

pasti ’kan kujunjung setinggi-tingginya penuh hikmat bermartabat.

Karena kusadari sungguh,

kau pekerja cerdas tanpa keluh.

Guru…

Jika saja aku presiden,

kunaikkan upahmu setinggi Mahameru

agar kau khusyuk membagi ilmu

demi kemuliaan seisi negeri

yang kini terseok terdegradasi.

Guru…

Andaikan aku presiden,

tak ’kan kusiakan tugas sucimu:

perangi gulita dalam dungu,

menuju bangsa gagah berdiri,

dipandang tinggi berbagai negeri.

Guru…

Jika aku presidennya,

kumahari ilmumu dengan bijak,

bukan sekadar tumpuan untuk diinjak.

Setiap waktu harga melonjak menukik,

tapi gajimu tak pernah beranjak naik.

Guru…

Jika aku yang jadi presiden,

aku malu mengabaikanmu.

Rupa-rupa tugas membebanimu,

rentetan aturan memenjarakan,

segala ancaman mengungkung kebebasan.

Guru…

Seandainya aku presiden,

’ku ’kan berjibaku membelamu.

Karena engkau adalah penentu

kuat-lemahnya sebuah negeri,

pengisi kosongnya kepala generasi.

Guru…

Tapi aku bukan presiden,

aku juga hanya seorang guru

yang setiap masa selalu diburu

bermacam beban kebutuhan,

dimanja dengan predikat PAHLAWAN.

Bangka Selatan, 12 Oktober 2026

Sang Peramu Aksara

Agus Bachtiar K.

Sang Peramu Aksara (nama pena dari Agus Bachtiar Kurniawan, S.Pd.) lahir di Yogyakarta dan saat ini bertempat tinggal di Toboali, Bangka Selatan. Ia mengabdi sebagai guru Seni Budaya di SMP Negeri 3 Toboali sekaligus aktif sebagai penggerak literasi dalam Komunitas LIBAS (Literasi Budaya dan Seni) Bangka Selatan. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, dan ulasan budaya berfokus pada realitas sosial serta refleksi dunia pendidikan. ***