Erizal: Belajar Agama dari Dahlan Iskan, Walau Bukan Ustaz
Oleh Erizal, kolumnis
ORBITINDONESIA.COM - Aneh sekali seorang ustaz menulis berdoa yang buruk di akun Facebooknya terkait meletusnya Gunung Krakatau. Doanya begini: "Ya Allah hukumlah hanya kepada hamba-Mu yang merusak negeri kami."
Bukankah nabi pun tidak mengajar doa yang seperti ini, walau ia tahu doanya pasti akan langsung dikabulkan Tuhan? Apalagi ini bencana erupsinya Gunung Krakatau, yang bukankah itu bukan akibat ulah tangan manusia?
Akun Facebook itu atas nama Dasad Latif. Ditulis beberapa jam yang lalu dan sudah di-like sekitar 18 ribu orang dan akan terus bertambah, agaknya. Viral, FYP.
Sebelum, melantunkan doa yang seperti di atas, ditulis begini: "Gunung Krakatau Erupsi, Bandara Soetta Tutup, Penerbangan Cancel, Penumpang Terlantar. Perjalanan Dakwah Pun Batal."
Artinya, doa yang buruk dari Dasad Latif itu muncul karena perjalanan dakwahnya yang batal. Bukan semata-mata karena Gunung Krakatau erupsi, bandara Soetta tutup, penerbangan cancel, dan penumpang terlantar.
Coba saja kalau dia tidak terlantar, penerbangan tidak cancel, dan bandara tidak tutup, akibat Gunung Krakatau erupsi. Mungkin doa yang buruk seperti itu tidak akan keluar. Dan mungkin juga dia tidak akan peduli dengan erupsi atau tidaknya, Gunung Krakatau.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa perjalanan dakwah batal, berarti honor (amplop) dari perjalanan dakwah itu pun pasti akan batal juga diperoleh.
Pagi ini saya menonton Dis Morning, di akun YouTube Dahlan Iskan, yang juga terkena dampak Erupsi Gunung Krakatau, karena batal terbang ke Surabaya. Beliau langsung memutuskan menempuh jalan darat balik ke Surabaya dari Jakarta, tanpa berdoa aneh-aneh.
Tapi, apa yang dikatakan Dahlan Iskan berbeda 180 derajat dengan apa yang ditulis Dasad Latif di akun Facebooknya itu. Beliau mengatakan Erupsi Gunung Krakatau itu perlu kita syukuri meletus saat ini, daripada menunggu sampai 50 tahun yang akan datang.
Sebab, katanya, letusan Gunung Krakatau akan sangat mengerikan kalau tidak meletus saat ini. Sepengetahuan Dahlan Iskan, Gunung Krakatau itu terus meletus sepanjang tahun, tapi letusannya kecil-kecil. Itu lebih baik daripada meletus sekali besar nantinya.
Terus terang, saya kaget juga dengan cara Dahlan Iskan mengomentari Erupsinya Gunung Krakatau ini. Ia malah mengajak kkita untuk bersyukur, tidak berdoa aneh-aneh seperti akun Dasad Latif itu. Padahal, Dahlan Iskan bukanlah seorang ustaz. Sungguh luar biasa.
Ternyata, hikmah, pelajaran, tidak hanya keluar dari seorang ustaz seperti Dasad Latif itu. Tapi juga bisa keluar dari seorang Dahlan Iskan yang bukan seorang ustaz. Mungkin kalau ustaz sudah mengejar popularitas atau honor semata, jadinya hikmah atau pelajarannya kurang mendalam lagi. Hambar. Bahkan, cenderung salah kaprah.
Agama itu nasihat. Bukan yang datang dari ustaz. ***