Usulan Iran-Oman Terkait Selat Hormuz Memicu Penurunan Harga Minyak: Apa yang Kita Ketahui
ORBITINDONESIA.COM - Iran dan Oman telah memaparkan usulan untuk membentuk koridor pelayaran sementara yang melintasi Selat Hormuz setelah berminggu-minggu negosiasi mengenai jalur air strategis tersebut, yang telah menjadi isu utama dalam pembicaraan AS-Iran yang sedang macet.
Jalur pelayaran sementara: Iran dan Oman membahas "kerangka kerja bertahap" untuk proyek bersama guna menciptakan rute pelayaran sementara yang melintasi Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Oman menyatakan "optimistis" bahwa kedua negara akan segera meresmikan kesepakatan tersebut.
Upaya pembersihan ranjau: Usulan ini juga mencakup inisiatif bersama untuk membersihkan ranjau dari jalur air tersebut. Negosiasi teknis diperkirakan akan terus berlanjut seiring upaya kedua negara menuju tahap implementasi.
Solusi permanen masih dalam pembahasan: Para pejabat mengatakan pembicaraan akan terus berlanjut dengan tujuan mencapai kesepakatan mengenai koridor pelayaran permanen dan pengelolaan selat tersebut di masa depan.
Potensi penutupan rute pelayaran utama: Iran menyatakan bahwa kesepakatan yang diusulkan tersebut akan menutup rute pelayaran selatan yang disahkan PBB di sepanjang pesisir Oman—sebuah rute yang selama ini ditentang oleh Iran. Sebagai gantinya, kapal-kapal akan melintasi perairan Iran untuk kedua arah perjalanan, menurut laporan media Iran. Namun, pernyataan pihak Oman tidak menyebutkan perihal penutupan rute yang ada saat ini.
Bagian dari diplomasi yang lebih luas: Qatar juga membahas usulan tersebut dengan Teheran dan secara terbuka mendukung upaya Oman-Iran untuk mencapai kesepakatan mengenai selat tersebut.
Posisi AS: Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa semua ranjau di Selat Hormuz telah disingkirkan atau diledakkan, serta memperingatkan bahwa kapal mana pun yang mencoba memasang ranjau baru akan dihancurkan. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memantau "setiap inci persegi" jalur air tersebut.
Harga minyak turun: Harga minyak global telah turun selama tiga hari berturut-turut setelah Iran dan Oman mengumumkan kerangka kerja tersebut. Kontrak berjangka minyak mentah Brent, tolok ukur global utama, turun 3% dan diperdagangkan di kisaran hampir $86 per barel pada awal hari ini, sementara West Texas Intermediate, tolok ukur Amerika Utara, turun 2,8% menjadi $80 per barel.
Para analis menyebutkan bahwa para pedagang sebagian besar masih mengambil sikap "wait-and-see" (menunggu dan melihat perkembangan).
Mengapa hal ini penting: Selat Hormuz merupakan salah satu titik krusial (chokepoint) energi terpenting di dunia.
Usulan tersebut merupakan kerangka kerja paling jelas sejauh ini untuk memulihkan pelayaran setelah gangguan yang berlangsung selama berbulan-bulan, namun masih ada pertanyaan besar terkait pelaksanaannya, pembersihan ranjau, penerimaan internasional terhadap rute baru, serta apakah Washington bersedia menyetujui pengalihan kapal melalui perairan yang dikuasai Iran. ***