Active vs Passive 2026: Mengapa Manajer Aktif Kalah Lagi

MoneyWeek

MoneyWeek

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM – Perdebatan active vs passive kembali memanas pada 2026, saat data menunjukkan manajer aktif makin sering tertinggal dari indeks. Laporan AJ Bell menyebut hanya 42% dana aktif mengalahkan alternatif pasif pada paruh pertama 2026, padahal biayanya biasanya lebih mahal. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Di Eropa, Morningstar meneliti sekitar 32.000 reksa dana aktif dan pasif yang berdomisili di kawasan itu, mewakili kira-kira separuh aset pasar dana Eropa. Hasilnya keras: tingkat keberhasilan manajer ekuitas aktif turun menjadi 28,4% dalam horizon satu tahun, dari 30,5% di akhir 2025. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Semakin panjang waktunya, semakin tipis peluangnya. Morningstar mencatat tingkat keberhasilan tinggal 20,3% untuk tiga tahun, 15,2% untuk lima tahun, dan 11,9% untuk 10 tahun. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Dan Coatsworth dari AJ Bell menyebut ini “enam bulan lagi” ketika banyak stock picker profesional gagal memberi outperformance yang dibayar investor. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan pertanyaan besar tentang nilai industri manajemen aktif. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

AJ Bell menemukan jurang paling lebar di dana global dan dana berfokus Inggris. Hanya 22% dana aktif global mengalahkan padanan pasifnya, sementara dana aktif berfokus UK lebih buruk lagi dengan 19%. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Masalah utamanya bukan sekadar “salah pilih saham”, melainkan struktur pasar yang makin terkonsentrasi. Coatsworth menyorot indeks global yang ditarik oleh segelintir nama teknologi AS, sehingga manajer yang underweight pada raksasa itu otomatis tertinggal. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Contohnya, MSCI World punya lebih dari 1.200 konstituen, tetapi 10 terbesar menyedot lebih dari 25% total aset indeks. Ketika top holdings menguat, indeks terdorong keras dan biaya rendah pasif membuat selisih makin sulit dikejar. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Eugene Gorbatikov dari Morningstar menegaskan konsentrasi tinggi membuat manajer aktif sulit mengimbangi momentum sektor teknologi. Ini bukan pembelaan, tetapi pengakuan bahwa “benchmark” kini bergerak seperti kereta cepat yang ditarik sedikit lokomotif. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Selain konsentrasi, ada rotasi sektor yang menjebak. Coatsworth menyebut sektor kuat pada 2025 seperti penambang emas, pertahanan, farmasi, dan biotek kehilangan momentum di paruh pertama 2026, sehingga posisi aktif yang terlambat berputar menjadi beban. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Di titik ini, biaya menjadi hukuman ganda bagi aktif. Saat return bruto mirip indeks, fee yang lebih tinggi membuat return bersih otomatis kalah, dan investor merasakan “membayar mahal untuk hasil rata-rata”. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Ada pula penjelasan yang lebih struktural dan kurang dibicarakan, yakni efek aliran dana ke pasif. Studi akademik Hannah Unterberg dari University of California (dipublikasikan Juni) mengaitkan penurunan performa aktif dengan kebangkitan pasif, terutama setelah 2010. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Logikanya tajam: saat dana keluar dari aktif ke pasif, manajer aktif dipaksa menjual kepemilikan untuk memenuhi penarikan. Yang sering dilepas justru saham “tidak populer” tetapi berkeyakinan tinggi, yaitu sumber edge yang seharusnya membedakan mereka. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Namun cerita tidak sepenuhnya hitam-putih. Morningstar mencatat manajer obligasi aktif relatif lebih baik daripada ekuitas aktif, meski tingkat keberhasilan satu tahun pun turun menjadi 46,8% dari 54,8% di akhir 2025. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Di ekuitas, ada kantong-kantong pasar yang lebih ramah bagi aktif. AJ Bell menemukan hampir dua pertiga dana aktif Asia Pacific ex-Japan (65%) dan Global Emerging Markets (63%) mengalahkan pasif. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Ini menguatkan prinsip lama: pasar yang besar, likuid, dan sangat diteliti membuat peluang mispricing makin kecil. Karena itu manajer aktif biasanya kesulitan menaklukkan indeks US large-cap, sementara small dan mid-cap sering memberi ruang berburu lebih luas. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Dalam debat active vs passive, publik sering dipaksa memilih kubu, seolah salah satunya pasti benar sepanjang waktu. Padahal data 2026 mengisyaratkan masalah yang lebih mendasar: banyak dana aktif gagal mendefinisikan “nilai tambah” yang spesifik dan terukur. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Coatsworth menyebut dominasi pasif membuat global tracker jadi pilihan default investor pemula karena murah dan mudah dipahami. Tetapi kemudahan itu juga menciptakan konsentrasi, dan konsentrasi ini mengubah arti diversifikasi yang selama ini dijual indeks. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Di sisi lain, menyimpulkan aktif “tidak berguna” juga terlalu simplistis. Dan Cartridge dari Hawksmoor Fund Managers mendorong pendekatan campuran, karena gaya investasi datang dan pergi, dan tidak ada yang “menyelesaikan” investasi selamanya. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Cartridge mengingatkan agar porsi aktif dipakai untuk mengejar eksposur yang tidak dimiliki portofolio pasif, bukan sekadar menduplikasi holdings indeks. Ini kritik yang tepat, karena banyak investor membeli dana aktif tetapi tetap berakhir dengan portofolio yang bayang-bayang indeks, hanya lebih mahal. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Contoh yang ia ajukan adalah fund multi-aset Hawksmoor Vanbrugh yang diluncurkan 2009 dan mengalahkan campuran pasif 60/40 sejak awal. Klaim ini bukan jaminan masa depan, tetapi bukti bahwa aktif bisa menang ketika mandatnya jelas dan eksekusinya disiplin. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Pertanyaan paling tajam bagi industri aktif bukan “bisakah mengalahkan indeks sesekali”, melainkan “bisakah melakukannya konsisten setelah biaya”. Jika jawabannya tidak, maka aktif berubah dari strategi menjadi produk pemasaran. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Data 2026 menegaskan pasif masih memimpin, terutama di pasar global dan UK, karena biaya rendah dan dorongan dari saham-saham raksasa teknologi. Tetapi data yang sama juga memberi petunjuk: aktif lebih masuk akal di area yang kurang efisien, dan obligasi aktif punya peluang relatif lebih baik. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Pada akhirnya, perdebatan active vs passive seharusnya bergeser dari soal identitas menjadi soal fungsi. Investor perlu bertanya, apakah mereka membeli “keyakinan yang berbeda” atau hanya membayar lebih untuk portofolio yang mirip indeks. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)

Jika indeks makin terkonsentrasi, maka keputusan terbesar bukan lagi memilih aktif atau pasif, melainkan memilih risiko apa yang diam-diam ditumpuk oleh portofolio. Dan mungkin, refleksi paling penting adalah ini: di era ketika mesin menang karena sederhana, manusia hanya bisa menang jika berani benar-benar berbeda. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)