Presiden Prabowo Tuding Pihak yang Menolak Implementasi Biodiesel B50 Ingin Indonesia Tetap Bergantung pada Impor BBM

Biodiesel B50 yang diproduksi Indonesia.

Biodiesel B50 yang diproduksi Indonesia.

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM - Presiden Prabowo menuding pihak yang menolak implementasi biodiesel 50% (B50) ingin Indonesia tetap bergantung pada impor BBM.

Berpidato pada peresmian 5 bendungan di 4 provinsi, Prabowo menyebut, mereka akan mendapatkan komisi jika Indonesia terus mengimpor solar.

Setelah B50 diluncurkan, Indonesia akan menghemat devisa Rp 170 triliun karena tak perlu impor solar. B50 merupakan BBM campuran solar dengan olahan minyak sawit mentah (CPO).

Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menilai program B50 berpotensi mengurangi penerimaan devisa USD 2,7 miliar per tahun, karena penurunan volume ekspor CPO.

Angka itu didasarkan asumsi harga rata-rata CPO CIF Rotterdam sebesar USD 1.356/metrik ton. Berdasarkan proyeksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, ekspor kelapa sawit akan terpangkas 2 juta ton pada semester II-2026, atau 4 juta ton setahun.

ISEAI menyebut, program B50 dilaksanakan ketika pertumbuhan pasokan CPO Indonesia stagnan. Selama 5 tahun terakhir, produksi CPO mendatar di kisaran 48-51 juta ton/tahun.

Meski produksi 2025 tumbuh 7,26% mencapai 51,66 juta ton, cadangan stok akhir domestik susut 19,79% menjadi 2,068 juta ton karena serapan domestik yang sangat tinggi. Sehingga, alokasi CPO yang semakin banyak untuk B50 akan menurunkan ekspor.

Dari total konsumsi domestik sebanyak 2,141 juta ton per April 2026, mayoritas dipakai untuk biodiesel dengan kebutuhan sebesar 1,137 juta ton. Disusul sektor pangan sebanyak 831 ribu ton, dan oleokimia sekitar 173.000 ton.

Sementara itu, Kementerian ESDM tengah mempersiapkan tambahan kuota produksi batu bara melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) demi menjaga pasokan listrik dalam negeri.

Dirjen Minerba Tri Winarno menegaskan, penambahan ini dilakukan selektif hanya untuk PLN. Tenggat waktu pengajuan revisi RKAB ini pada 31 Juli.

Sebelumnya, Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, perseroan mendapatkan tambahan batu bara kalori menengah dengan kadar di atas 4.500 kcal/kg sebanyak 16,8 juta ton hingga akhir 2026.

Rinciannya, 1,8 juta ton pada Juli, dan 3 juta ton sisanya dikirim dari Agustus-Desember. Tambahan tersebut diperoleh melalui penugasan khusus dari Kementerian ESDM. ***