Hollywood Memanas! Ratusan Sineas Yahudi Terbitkan Surat "Enough!" Buat Bela Mark Ruffalo dari Tuduhan Antisemitisme Palsu
ORBITINDONESIA.COM - Aktor Mark Ruffalo baru-baru ini menjadi sorotan setelah menyuarakan penolakannya terhadap rencana merger jumbo bernilai $111 miliar antara Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery.
Dalam pernyataannya, Ruffalo menyoroti keterikatan teknologi korporasi pendukung merger tersebut seperti Oracle dengan operasi militer Israel di Gaza. Imbas kritik tersebut, ia dituduh menggunakan kiasan antisemit oleh sejumlah pihak.
Tak tinggal diam, lebih dari 180 pekerja seni, penulis, hingga akademisi Yahudi di Hollywood menerbitkan surat terbuka bertajuk "Enough!" untuk membela Ruffalo.
Mereka menegaskan bahwa mengkritik konglomerasi media dan kebijakan politik/militer suatu negara adalah hal yang sah, serta sama sekali tidak bisa disamakan dengan sikap antisemitisme.
Berikut daftar nama tokoh, pekerja seni, dan profesional Yahudi yang ikut menandatangani surat terbuka tersebut:
Aktor, Aktris, & Komedian:
Joaquin Phoenix, Hannah Einbinder, Ilana Glazer, Wallace Shawn, Abbi Jacobson, Gina Gershon, Morgan Spector, Kate Berlant, Zach Woods, Sarah Sherman, Jo Firestone, Frances Fisher, Orli Matlow, Ben Natan, dan Aaron Costa Ganis.
Sutradara & Pembuat Film:
Joel Coen, Todd Haynes, Emma Seligman, Jane Schoenbrun, James Schamus, Larry Charles, Jeremiah Zagar, Nina Menkes, Alex Winter, Lisa Cholodenko, Amy Ziering, Alison Klayman, Jon Reiss, David Borenstein, dan Rachel Leah Jones.
Penulis Skenario, Penulis, & Jurnalis:
Tony Kushner, Naomi Klein, Nathan Thrall, Jonathan Lethem, Molly Crabapple, Henry Bean, Howard Rodman, Liz Flahive, Ethan Sacks, dan Collier Meyerson.
Produser & Profesional Industri:
Bruce Cohen, Jenna Weiss-Berman, Brian A. Kates, Jeffrey Kusama-Hinte, Lance Kramer, Ginny Suss, dan Jillian Neal.
Tokoh Agama, Pakar, & Akademisi:
Gabor Maté, Rabi David Mivasair, Rabi Cat Davis, Rabi Max Zev Reynolds, Rabi Linda Holtzman, Rabi Lonnie Kleinman, Prof. Amos Goldberg, Prof. Raz Segal, Prof. Marianne Hirsch, dan Prof. Jonathan Feingold, beserta seluruh pekerja seni Yahudi pendukung lainnya.
Bagaimana pandangan kalian mengenai isu ini? Apakah kritik terhadap kebijakan korporasi atau negara sudah sewajarnya dipisahkan dari isu rasisme dan keagamaan? ***