Herry Tjahjono: Jauh Panggang dari Api

Wapres Gibran.

Wapres Gibran.

Opini

Oleh Herry Tjahjono, kolumnis

ORBITINDONESIA.COM - Saat kampanye/debat pilpres 2024, Gibran dengan lantang mengatakan bahwa MBG akan melibatkan ibu-ibu, warteg, warung, dan katering di daerah. Berikut cuplikan saat "Debat Cawapres" 22 Desember 2023 di JCC Senayan. Saat itu, Gibran mengatakan:

“Program makan siang gratis Rp400 T ini adalah stimulan untuk ibu-ibu, warteg-warteg, warung-warung, catering-catering yang ada di daerah.”

Lalu anak muda itu melanjutkan dengan menggebu-gebu:

“Bayangkan, Rp400 T mengucur ke daerah-daerah. Semua ibu-ibu ikut memasak makan siang untuk anak-anak kita.”

Gibran, secara eksplisit bahkan menyebut konsep itu sebagai “infrastruktur sosial” dan investasi menuju Indonesia Emas. Pun pada 29 Januari 2024, ketika kampanye di Brebes, Gibran kembali mengatakan bahwa program makan siang gratis akan melibatkan warung, warteg, dan katering kecil, sehingga manfaat ekonominya menyebar ke pelaku usaha lokal.

Selain itu, Gibran juga menegaskan tentang fokus pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

.....

Pertanyaan besarnya sekarang: kenapa eksekusinya jauh panggang dari api?

Kita semua tahu bagaimana sekarang MBG itu dieksekusi, jauh berbeda dengan esensi yang dikampanyekan Gibran.

Kita tahu siapa saja eksekutornya. Bukan ibu-ibu, bukan warung-warung, bukan warteg-warteg yang ada di daerah!

Dan kita juga paham sekali bagaimana MBG saat ini.

Jadi Gibran, yang sering dituding plonga-plongo itu berbohong? Tidak.

Gibran tidak berbohong, tapi dia punya satu kelemahan terbesar: "dia bukan pengambil keputusan!"

Dan sekali lagi, itu sebabnya konsep awal dan eksekusi akhir MBG jauh panggang dari api.

(Lho, jadi siapa dong pengambil keputusannya? 𝘗𝘪𝘬𝘪𝘳𝘦𝘯 𝘥𝘦𝘸𝘦 𝘳𝘦𝘬!) ***