Sukma Wijaya: Merdeka di Atas Jiwa yang Sedang Berperang

Ilustrasi jiwa merdeka.

Ilustrasi jiwa merdeka.

Puisi

ORBITINDONESIA.COM - MERDEKA DI ATAS JIWA YANG SEDANG BERPERANG

Syair Melayu - Karya Sukma Wijaya

I

Di rimba sunyi sang saka berkibar terang,

Membelah kabut yang menggantung panjang,

Merdeka bukan sekadar pekik kemenangan gemilang,

Ia tumbuh dari jiwa yang berani berperang.

II

Ada perang yang tak terdengar lantang,

Tanpa senjata, namun terus berkecamuk panjang,

Ia bertarung dalam batin yang bimbang,

Melawan takut, tamak, dan nafsu yang menghadang.

III

Betapa ramai berseru merdeka dengan lantang,

Namun nurani dikunci oleh hasrat yang menang,

Bibir mengucap keadilan sepanjang siang,

Sedang tangan diam-diam menakar keuntungan yang datang.

IV

Sang saka berkibar di langit petang,

Namun keadilan masih mencari jalan pulang,

Yang lemah diminta tabah menanti datangnya terang,

Sementara yang berkuasa sibuk menakar takhta dan uang.

V

Merdeka bukan bebas berkata sembarang,

Bukan pula bebas menindas yang malang,

Merdeka ialah berani menegakkan yang benar dan terang,

Meski harus melawan arus deras yang menghadang.

VI

Jika rimba mengajarkan makna teguh dan tenang,

Akar mencengkeram bumi tanpa meminta dipandang,

Pohon menjulang tak mengejar pujian yang gemilang,

Ia memberi teduh, meski namanya tak pernah dikenang.

VII

Kelak sejarah membuka lembaran yang panjang,

Bukan slogan dan seremoni yang kekal dikenang,

Melainkan jiwa yang tetap merdeka di tengah perang,

Sebab bangsa benar-benar merdeka bila nuraninya tak pernah tumbang.

SW Bedincak, 14 Agustus 2026