Junior ISA Melonjak: Rekor Maksimal £9.000 dan Kesenjangan Kaya
ORBITINDONESIA.COM – Junior ISA (JISA) kembali jadi sorotan setelah 70.550 rekening di Inggris mencapai setoran maksimal £9.000 pada tahun pajak 2022/23. Lonjakan ini menandai kebangkitan tabungan anak berbasis investasi, sekaligus memunculkan pertanyaan lama: apakah JISA memperluas peluang, atau justru memperlebar jurang ketimpangan?
Data yang dikutip berasal dari permintaan Freedom of Information (FOI) RBC Brewin Dolphin kepada HMRC. Angka 70.550 itu naik tajam dari 48.590 pada 2021/22, atau melonjak 45% dalam setahun.
JISA adalah rekening bebas pajak untuk anak yang bisa diisi siapa pun, termasuk orang tua dan kakek-nenek. Anak dapat mengelola akun saat 16 tahun, tetapi baru bisa menarik uang saat 18 tahun.
Namun, konteksnya penting karena batas tahunan JISA sempat naik besar menjadi £9.000 sejak 2020/21. Kenaikan limit itu semula menekan jumlah keluarga yang mampu memaksimalkan setoran, lalu kini terlihat “pulih” dengan cepat.
Sebelum limit naik, pada 2018/19 sebanyak 82.400 orang memaksimalkan JISA dengan batas £4.260, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Setelah batas digandakan, sempat terjadi penurunan puncak-ke-lembah sebesar 41% pada jumlah pemaksimal setoran.
Kini jarak itu menyempit menjadi minus 14%, menandakan adaptasi finansial mulai terjadi. Dalam bahasa sederhana, semakin banyak keluarga yang menemukan cara untuk mengejar batas baru yang lebih tinggi.
RBC Brewin Dolphin juga pernah mengungkap sisi ekstrem dari tren ini lewat FOI terpisah. Disebutkan 50 investor anak teratas memiliki rata-rata £761.000 di JISA saham, yang secara matematis menempatkan mereka dekat jalur “jutawan” sebelum usia 20-an.
Di level yang lebih “menengah”, HMRC mencatat kenaikan kuat pada rekening bernilai besar. Pada 2021/22, jumlah anak dengan tabungan £50.000+ naik dari 8.130 menjadi 16.420, sementara £100.000+ melonjak dari 540 menjadi 1.910.
Bahkan ada 370 rekening di atas £200.000 pada 2021/22, naik dari hanya 40 pada 2020/21. Pola ini menunjukkan percepatan akumulasi, yang umumnya terjadi ketika kontribusi rutin bertemu imbal hasil pasar.
RBC Brewin Dolphin memberi ilustrasi yang mudah dibayangkan pembaca. Dengan kontribusi sekitar £150 per bulan sejak lahir dan asumsi imbal hasil 5% per tahun setelah biaya, pot bisa menjadi sekitar £50.000 saat usia 18 tahun.
Jika kontribusi dinaikkan menjadi £300 per bulan, proyeksi pot mendekati £100.000. Pesannya jelas: compounding bekerja, tetapi “tiket masuknya” tetap membutuhkan ruang uang tunai yang stabil.
Lonjakan pemaksimal JISA dapat dibaca sebagai kabar baik bagi literasi dan perencanaan keuangan keluarga. Namun, ia juga mengindikasikan bahwa produk bebas pajak ini paling efektif saat didukung surplus pendapatan atau aset, bukan sekadar niat.
Daniel Hough dari RBC Brewin Dolphin menegaskan manfaat JISA untuk “peristiwa besar” seperti kuliah atau uang muka rumah. Ia juga mengingatkan bahwa banyak keluarga mungkin hanya mampu memaksimalkan setoran pada beberapa tahun tertentu, bukan konsisten setiap tahun.
Pernyataan itu membuka fakta sosial yang sering tak disebut di brosur investasi: stabilitas pendapatan menentukan konsistensi. Di tengah biaya hidup dan inflasi, kemampuan menyisihkan £9.000 per anak per tahun adalah kemewahan bagi banyak rumah tangga.
Hough juga menyebut kakek-nenek sering menjadi pengisi utama JISA ketika mereka punya kas longgar. Ia bahkan menyarankan agar mereka memaksimalkan allowance sendiri dulu, baru membantu generasi berikutnya.
Di sini, JISA tampak sebagai instrumen transfer kekayaan antar-generasi yang rapi dan legal. Namun rapi bukan berarti netral, karena keluarga tanpa “bank of grandparents” akan tertinggal di garis start.
Ada pula ranjau teknis terkait pajak warisan dan gifting allowance. Menurut Hough, kontribusi £9.000 bisa melampaui batas hadiah gabungan pasangan menikah, sehingga memunculkan risiko Potentially Exempt Transfer (PET) bila pemberi meninggal dalam tujuh tahun.
Selain pajak, ada dilema kontrol ketika anak menguasai dana pada usia 18 tahun. Kekhawatiran orang tua masuk akal, karena uang puluhan ribu pound bisa berubah jadi modal hidup atau jadi keputusan impulsif.
RBC Brewin Dolphin menawarkan alternatif berupa Junior SIPP agar dana terkunci sampai pensiun. Tetapi batas kontribusinya lebih rendah, yakni £2.880 net atau £3.600 setelah top-up pemerintah, sehingga tidak sepenuhnya menggantikan daya “akselerasi” JISA.
Data HMRC tentang JISA menunjukkan dua hal berjalan bersamaan: optimisme perencanaan jangka panjang dan realitas ketimpangan kemampuan menyetor. Kenaikan 45% pemaksimal setoran pada 2022/23 adalah sinyal bahwa sebagian publik semakin agresif menyiapkan masa depan anak, terutama melalui investasi.
Namun, angka £761.000 pada 50 anak teratas juga mengingatkan bahwa compounding paling kencang ketika modal awal besar. Pertanyaan yang tersisa bagi pembaca adalah sederhana tetapi tajam: apakah kebijakan insentif pajak seperti JISA seharusnya lebih diarahkan untuk memperluas akses, bukan hanya mempercepat akumulasi bagi yang sudah mampu?
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Oktober 2026)