China Mengklaim Pesawat J-20 Miliknya Mampu Mengendalikan Drone, Namun Bukti Masih Minim

Pesawat J-20 China.

Pesawat J-20 China.

Tech Life

ORBITINDONESIA.COM - Sepuluh tahun setelah debut publik J-20, stasiun televisi pemerintah China menyoroti berbagai peningkatan pada pesawat tempur siluman tersebut, termasuk versi yang lebih baru yang disebut J-20A serta model dua kursi, J-20S.

CCTV menyatakan bahwa J-20A dilengkapi dengan mesin buatan dalam negeri, perubahan pada badan pesawat, dan rangkaian sensor yang telah ditingkatkan. Para analis China mengklaim bahwa pembaruan ini meningkatkan tenaga dan performa pada kecepatan tinggi, namun tayangan tersebut tidak menyajikan bukti independen yang memadai untuk memverifikasi klaim-klaim tersebut.

J-20S merupakan klaim yang lebih signifikan

Beijing menyebutnya sebagai pesawat tempur siluman dua kursi pertama di dunia dan menyatakan bahwa awak di kursi belakang dapat mengendalikan formasi pesawat nirawak (drone), menentukan target, serta mengoordinasikan serangan. Meskipun mungkin itulah peran yang direncanakan, tayangan televisi bukanlah bukti bahwa pesawat tersebut mampu melaksanakannya dalam pertempuran nyata.

Kehati-hatian serupa juga berlaku untuk klaim mengenai kemampuan J-20S dalam melakukan serangan maritim. China belum menyebutkan jenis rudal anti-kapal yang akan digunakan, ataupun menunjukkan rudal tersebut terpasang di dalam ruang penyimpanan senjata pesawat itu.

Hal ini penting karena kehadiran awak kedua dapat membantu pengelolaan pesawat nirawak dalam pertempuran, namun China belum pernah mendemonstrasikan kemampuan tersebut secara terbuka.

Televisi pemerintah CCTV menyatakan bahwa J-20A menggunakan mesin buatan dalam negeri dan mampu terbang lebih cepat dalam durasi yang lebih lama. Klaim performa ini belum terverifikasi.

Berdasarkan estimasi pihak luar, jumlah armada J-20 China mencapai lebih dari 300 unit, dengan tingkat produksi tahunan sekitar 100 hingga 120 unit. Jika angka ini akurat, maka China memiliki armada yang cukup besar, namun hal tersebut tidak mengonfirmasi peran yang diklaim untuk J-20S. ***