Singapore Airlines Perpanjang Pembatalan Penerbangan ke Dubai hingga Februari 2027
ORBITINDONESIA.COM — Singapore Airlines (SIA) kembali memperpanjang pembatalan rute Singapura–Dubai. Dua penerbangan, SQ494 dari Singapura ke Dubai dan SQ495 dari Dubai ke Singapura, kini dibatalkan hingga 28 Februari 2027.
Maskapai menyampaikannya dalam pengumuman resmi pada Jumat, 30 Oktober 2026. Alasannya adalah situasi geopolitik di Timur Tengah.
Rute ini sebelumnya dilayani setiap hari dan bukan kali pertama dihentikan. Menurut Bernama, SIA sebelumnya sudah memperpanjang pembatalan rute yang sama sampai 1 Desember 2026. Kini masa penghentiannya bertambah hampir tiga bulan.
Gangguan ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Pada Maret lalu, SIA beberapa kali mengumumkan penundaan jadwal, dari 15 Maret lalu 28 Maret. Menurut The Star, gangguan bermula saat AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari, dan konfliknya belum menunjukkan tanda berakhir.
Ketegangan disebut meningkat lagi setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang sejumlah lokasi di Arab Saudi, termasuk bandara dan fasilitas minyak.
Keputusan ini bukan langkah tunggal. KLM mengumumkan pada 26 Oktober bahwa penerbangan Amsterdam–Dubai dihentikan sepanjang musim dingin 2026–2027, hingga 27 Maret 2027. Pola ini menunjukkan maskapai global masih berhati-hati terhadap jalur di sekitar kawasan konflik.
Hak penumpang
Bagi penumpang yang terdampak, SIA menyatakan mereka dapat meminta pengembalian dana penuh untuk bagian tiket yang tidak terpakai. Penumpang yang membeli langsung dari SIA dapat mengajukannya lewat formulir permintaan bantuan di situs maskapai. Yang membeli lewat agen perjalanan atau maskapai mitra diminta menghubungi pihak pembelian tiket.
SIA juga mengimbau penumpang memperbarui data kontak lewat fitur "Manage Booking" dan mengaktifkan notifikasi seluler untuk memantau status penerbangan.
Namun, kebijakan ini mendapat kritik. Situs penerbangan LoyaltyLobby menyoroti bahwa SIA tampaknya hanya menawarkan refund, bukan pengalihan ke maskapai lain. Dalam pengumuman Maret lalu, SIA masih menyebut opsi pengalihan ke penerbangan alternatif.
SIA menegaskan situasinya masih cair, sehingga penerbangan lain bisa ikut terdampak. Penumpang yang melakukan perjalanan lanjutan lewat Dubai, atau memiliki rencana ke Timur Tengah dan Eropa, perlu mengecek ulang jadwal sebelum berangkat.
Perpanjangan ini menjadi pengingat bahwa gangguan penerbangan akibat konflik bukan lagi kejadian sesaat. Penumpang dan pelaku industri perlu menyiapkan rencana cadangan lebih lama dari perkiraan semula.
Catatan redaksi: berita ini disusun dari pengumuman resmi SIA dan laporan media pada 30 Oktober 2026. Situasi dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pembaca disarankan memeriksa status penerbangan terbaru. ***