ADX Gandeng Zoud Dorong Literasi Keuangan Anak Muda UAE

TradingView

TradingView

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM – Literasi keuangan anak muda kembali jadi panggung, kali ini lewat kolaborasi Abu Dhabi Securities Exchange (ADX) Group dan Zoud untuk Global Money Week 2026. Di tengah gempuran “finfluencer” dan produk investasi instan, kemitraan ini menjanjikan bekal praktis agar keputusan uang tidak lagi berbasis ikut-ikutan.

ADX dan Zoud menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) di trading hall ADX, menandai komitmen memperluas edukasi finansial untuk generasi muda. Programnya akan berjalan beriringan dengan Global Money Week 2026 pada 11–15 Mei, kampanye tahunan yang didukung OECD.

Tema tahun ini, “Smart Money Talks,” mendorong percakapan terbuka tentang menabung, berinvestasi, dan perencanaan keuangan. Data rilis menyebut edisi UAE 2025 menjangkau hampir 150.000 orang, angka yang menunjukkan minat publik namun belum otomatis berarti pemahaman mendalam.

Masalahnya, literasi keuangan sering dipersempit menjadi kemampuan “beli produk” atau “ikut pasar,” bukan kemampuan mengelola risiko dan tujuan hidup. Di banyak negara, akses aplikasi investasi lebih cepat tumbuh daripada kurikulum yang mengajarkan bunga majemuk, diversifikasi, dan disiplin anggaran.

Kolaborasi ADX–Zoud menargetkan program edukasi, workshop, dan outreach di seluruh UAE untuk mendorong money management yang bertanggung jawab. ADX menegaskan literasi finansial sebagai fondasi “financial resilience” dan partisipasi pasar modal yang lebih sehat.

Abdulla Salem Alnuaimi, CEO ADX Group, menyatakan pihaknya ingin memberi “practical knowledge and real-world exposure” agar anak muda membuat keputusan dengan percaya diri. H.E. Mohanna Obaid Almheiri, Chairman Zoud, menekankan financial wellbeing dimulai dari “confidence, awareness, and access to the right learning experiences.”

Di atas kertas, ini terdengar ideal karena menggabungkan ekosistem pasar modal dengan misi kesejahteraan finansial. Namun dampak nyata hanya muncul bila materi tidak berhenti pada pengenalan instrumen, melainkan mengajarkan perilaku: budgeting, dana darurat, manajemen utang, serta cara membaca risiko.

Global Money Week sendiri adalah kampanye internasional yang didukung OECD, sehingga memberi kerangka reputasi dan standar pesan publik. Tetapi kampanye yang bersifat pekanan berpotensi menjadi seremonial bila tidak diikuti pengukuran hasil belajar dan perubahan kebiasaan keuangan.

ADX menyebut perluasan kerja investor education melalui engagement komunitas, termasuk kemitraan akademik seperti Liwa University dan peluncuran ADX Market Intelligence Lab. Ini sinyal penting karena literasi keuangan modern butuh data, simulasi, dan latihan membaca informasi pasar, bukan sekadar motivasi menabung.

Di sisi lain, keterlibatan bursa efek juga memunculkan pertanyaan tentang garis tipis antara edukasi dan promosi. Agar kredibel, kurikulum harus netral produk, transparan konflik kepentingan, dan menempatkan perlindungan konsumen sebagai tujuan utama.

Kemitraan ini patut dibaca sebagai strategi dua arah: negara ingin warga lebih tangguh secara finansial, sementara pasar modal membutuhkan investor ritel yang lebih paham. Investor yang paham risiko cenderung lebih stabil, dan stabilitas ritel pada akhirnya menguntungkan ekosistem bursa.

Namun literasi keuangan tidak boleh berakhir pada slogan “ayo investasi” karena itu justru memindahkan risiko ke individu tanpa bekal memadai. Yang dibutuhkan adalah “kapasitas mengambil keputusan,” termasuk kapan tidak berinvestasi, kapan menahan diri, dan kapan memilih instrumen rendah risiko.

Jika ADX dan Zoud serius, mereka perlu indikator yang bisa diuji publik: pre-test dan post-test, tingkat pemahaman biaya dan risiko, serta perubahan perilaku seperti peningkatan dana darurat atau penurunan utang konsumtif. Tanpa metrik, angka jangkauan seperti 150.000 orang hanya menjadi statistik impresif yang sulit diverifikasi dampaknya.

Langkah paling progresif adalah menempatkan literasi keuangan sebagai literasi hidup, bukan literasi pasar. Anak muda perlu peta jalan: dari gaji pertama, proteksi dasar, hingga investasi, dengan penekanan bahwa tujuan akhir adalah kesejahteraan, bukan transaksi.

ADX menggandeng Zoud untuk Global Money Week 2026 membuka peluang membangun generasi yang lebih cakap berbicara tentang uang, bukan hanya tergoda hasil cepat. Tetapi keberhasilan kolaborasi ini akan ditentukan oleh kedalaman materi, netralitas pesan, dan keberanian mengukur hasil secara transparan.

Pada akhirnya, literasi keuangan adalah kemampuan mengatakan “ya” dengan alasan yang benar, dan “tidak” saat risiko tidak sepadan. Pertanyaannya, apakah program ini akan membentuk kebiasaan finansial yang tahan krisis, atau hanya menambah keramaian kampanye tahunan? (Orbit dari berbagai sumber, 6 Agustus 2026)