Keanu Reever Dikabarkan Akan Gabung di Film "The Gangster, the Cop, the Devil" Versi Remake James Wan

Keanu Reeves dan Don Lee.

Keanu Reeves dan Don Lee.

Review Film

ORBITINDONESIA.COM - Laporan menyebut produksi remake "The Gangster, the Cop, the Devil" dijadwalkan mulai April 2027, dan Keanu Reeves masih dalam negosiasi akhir, belum resmi diumumkan.

Jadi kata "bergabung" masih berstatus kabar dari The Hollywood Reporter, bukan konfirmasi studio. Peran Keanu sebagai polisi (The Cop) juga belum dikonfirmasi.

Cerita "The Gangster, the Cop, the Devil" mengikuti dua orang yang saling bermusuhan dan dipaksa bekerja sama. Seorang detektif polisi dan seorang bos kejahatan sama-sama menjadi incaran seorang pembunuh berantai. Mereka tidak punya alasan untuk saling percaya, tetapi sama-sama punya alasan untuk mengejar sosok yang sama.

Versi aslinya (Korea Selatan, 2019, disutradarai Lee Won-tae) bermula ketika sang pembunuh menyerang bos mafia Jang Dong-soo dan gagal membunuhnya. Jang selamat dan ingin membalas dengan caranya sendiri.

Polisi, yang dipimpin detektif Jung Tae-suk, menyadari satu-satunya jalan menangkap pelaku adalah bergandengan dengan pihak yang selama ini mereka buru.

Dalam film itu Don Lee memerankan bos gangster Jang Dong-soo, yang terpaksa bersekutu dengan polisi Jung Tae-suk (Kim Mu-yeol).

Versi Hollywood dikembangkan untuk Paramount Pictures, dengan naskah dari Eric Pearson, Shay Hatten (seri John Wick), dan Brian Helgeland. Hak remake AS awalnya diperoleh Balboa Productions milik Sylvester Stallone pada 2019, sedangkan Don Lee akan kembali memerankan Jang Dong-soo.

Film aslinya tayang di Cannes dalam program Midnight pada 2019 dan dikabarkan memegang skor kritikus 97%. Daya tariknya sederhana tetapi kuat: dua musuh, satu sasaran, dan kerja sama yang tidak diinginkan siapa pun.

Formula buddy-cop seperti ini bekerja karena konflik antar-tokohnya sama menegangkannya dengan kejar-kejaran melawan penjahat.

Don Lee dikenal lewat kehadiran fisik yang masif dan gaya bertarung yang berat, nyaris seperti "tembok" yang menghantam. Keanu Reeves membawa citra berbeda: tenang, dingin, dan presisi bergaya gun-fu seperti di John Wick.

Bila keduanya benar-benar dipasangkan, kontras itu bisa menjadi nyawa film. Lee menghantam, Reeves menahan. Ini baru potensi, bukan jaminan, terlebih peran Reeves belum jelas.

James Wan lebih dikenal lewat horor (Saw, The Conjuring, Insidious). Ini film pertamanya sejak Aquaman and the Lost Kingdom (2023). Kemampuannya membangun ketegangan dan adegan pembunuhan yang mencekam cocok untuk sisi "pembunuh berantai".

Tantangannya ada di sisi aksi dan humor kasar ala film Korea, yang sering bergantung pada kimia pemeran dan ritme komedi yang khas.

Film aslinya punya jiwa: kekerasan fisik yang jujur, humor gelap, dan tokoh-tokoh berkarakter. Remake Hollywood sering terjebak menghaluskan semua itu menjadi aksi generik. Pesan yang sama datang dari komentator penggemar: kehadiran Don Lee bisa menjaga kepribadian khas film ini agar tidak menjadi sekadar film tembak-menembak biasa.

Sebagai proyek di atas kertas, ini kombinasi menarik: premis kuat, bintang aksi dua generasi dan dua budaya, serta sutradara yang paham teror. Nilai akhirnya tergantung pada hal-hal yang belum kita tahu: siapa memerankan pembunuh, seberapa jauh naskah mengubah cerita, dan seberapa berani film ini mempertahankan keganasan versi aslinya. ***