Pentagon Merilis Sejumlah Berkas yang Sebelumnya Dirahasiakan Mengenai Penampakan UFO

ORBITINDONESIA.COM - Departemen Pertahanan telah merilis sejumlah berkas yang sebelumnya dirahasiakan mengenai dugaan penampakan UFO untuk memberikan apa yang disebutnya sebagai 'transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya' kepada rakyat Amerika.

Para ahli mengatakan bahwa sekitar 160 berkas yang dirilis pada hari Jumat berisi video baru tentang penampakan "fenomena anomali tak dikenal" yang sudah diketahui, tetapi tidak memberikan bukti konklusif tentang teknologi alien atau kehidupan ekstraterestrial.

"Materi yang diarsipkan di sini adalah kasus yang belum terselesaikan, artinya pemerintah tidak dapat membuat penentuan definitif tentang sifat fenomena yang diamati," tambah mereka dalam pernyataan yang dilampirkan pada kumpulan berkas tersebut.

Donald Trump adalah presiden terbaru yang merilis laporan pemerintah AS tentang UFO, sebuah proses pengungkapan yang dimulai pada akhir tahun 1970-an.

Pemerintah AS telah secara bertahap membuka dokumen terkait UFO (sekarang disebut UAP – Unidentified Anomalous Phenomena) sejak era Perang Dunia II hingga saat ini, dengan puncaknya pada pembentukan UAP Records Collection di Arsip Nasional tahun 2024. Pengungkapan ini mencakup laporan militer, investigasi resmi, hingga rekaman video yang sebelumnya dirahasiakan. 

Sejarah Pengungkapan Dokumen UFO/UAP oleh Pemerintah AS

1. Era Awal (1940–1970-an)

  • Proyek Blue Book (1952–1969): Program Angkatan Udara AS untuk menyelidiki ribuan laporan UFO. Kesimpulannya: sebagian besar fenomena dapat dijelaskan secara ilmiah, meski ada kasus yang tetap tidak terjawab.
  • Dokumen Presiden & Kongres: Arsip Nasional menyimpan catatan dari berbagai presiden (Truman, Eisenhower, dll.) yang menyinggung fenomena “piring terbang” dalam korespondensi dan laporan komite senat.

2. Era Modern (1980–2010-an)

  • Freedom of Information Act (FOIA): Ribuan dokumen CIA dan FBI tentang UFO dirilis ke publik, termasuk laporan investigasi insiden terkenal seperti Roswell.
  • Tekanan Publik: Aktivis dan peneliti mendorong keterbukaan lebih besar, menghasilkan publikasi arsip digital yang bisa diakses umum.

3. Era Kontemporer (2017–2024)

  • Pentagon & Navy Video (2017): Publikasi rekaman “Tic Tac” dan “Gimbal” yang menunjukkan objek terbang aneh tertangkap sensor militer.
  • Laporan UAP 2021: Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) merilis laporan resmi yang mengakui adanya fenomena udara tak dikenal, meski belum ada bukti keterkaitan dengan teknologi asing.
  • National Defense Authorization Act (2024): Mewajibkan semua lembaga federal menyerahkan dokumen UAP ke Arsip Nasional. Hasilnya adalah pembentukan Record Group 615: UAP Records Collection, yang terus diperbarui dan dapat diakses publik secara daring. 

Isi Koleksi Dokumen

  • Laporan investigasi militer (Angkatan Udara, Angkatan Laut).
  • Korespondensi presiden dan pejabat tinggi terkait fenomena UFO.
  • Rekaman radar, foto, dan video yang sebelumnya diklasifikasikan.
  • Analisis intelijen tentang potensi ancaman keamanan nasional.
  •  
  •  Implikasi Disclosure
  • Transparansi Pemerintah: Upaya menunjukkan keterbukaan terhadap publik, meski banyak dokumen tetap disunting demi keamanan.
  • Keamanan Nasional: Pentagon menekankan bahwa fenomena ini bisa terkait teknologi asing atau sensor anomali, bukan semata-mata “alien.”
  • Riset Publik: Arsip terbuka memberi peluang bagi akademisi, jurnalis, dan masyarakat untuk meneliti fenomena ini secara independen.

Kesimpulan

Pengungkapan dokumen UFO/UAP oleh pemerintah AS berlangsung bertahap selama puluhan tahun, dengan tonggak besar pada Proyek Blue Book, publikasi video Pentagon, dan pembentukan UAP Records Collection tahun 2024.

Meski banyak data sudah terbuka, tidak ada bukti resmi yang mengonfirmasi keberadaan makhluk luar angkasa, namun fenomena ini tetap dianggap relevan untuk keamanan nasional dan penelitian ilmiah. ***