Tutup Saat Waktu Salat, Ini Strategi House of Smith Bertahan Selama 15 Tahun
Di Jalan Sultan Agung Bandung, ada sebuah toko fashion yang tidak hanya berdiri sebagai tempat jualan pakaian, tetapi juga menerapkan nilai religius dalam menjalankan operasionalnya.
House of Smith dikenal sebagai toko dengan produk kasual, sederhana, mudah dipakai, dan dekat dengan gaya anak muda. Selama lebih dari 15 tahun, brand ini tetap berada di segmen yang sama, tanpa tergoda untuk bergeser ke pasar premium.
Perbedaan utamanya justru terlihat dari cara toko ini dijalankan. Setiap kali waktu salat tiba, aktivitas dihentikan sementara. Pintu ditutup, transaksi ditunda, lalu operasional kembali berjalan setelah ibadah selesai. Kebiasaan ini sudah dijaga konsisten selama bertahun-tahun.
Bagi House of Smith, keputusan tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Mereka tidak takut kehilangan pelanggan karena jeda operasional. Sebaliknya, mereka meyakini bahwa rezeki sudah diatur, sehingga hubungan dengan Sang Pencipta harus menjadi prioritas utama.
Nilai ini juga terlihat dari hal lain yang mereka bangun. Di atas tokonya berdiri masjid yang berasal dari hasil usaha mereka sendiri, dan kegiatan kajian rutin menjadi bagian dari keseharian. Artinya, apa yang dijalankan bukan sekadar aturan toko, tetapi sudah menjadi kebiasaan yang hidup di dalam bisnis tersebut.
Meski pada kenyataannya, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Mereka pernah berada di fase hampir bangkrut, menghadapi tekanan pandemi, hingga harus bersaing dengan produk impor berharga murah.
Dalam kondisi tersebut, strategi bisnis mereka sempat berubah dengan mencoba masuk ke marketplace dan menekan harga jual. Namun ketika margin semakin tergerus, arah pun mulai disesuaikan. Sejak 2025, mereka kembali memperkuat toko offline, dan kembali menaikkan harga.
Perubahan ini sempat menimbulkan keraguan. Namun memasuki awal 2026, hasilnya mulai terlihat. Traffic meningkat, nilai transaksi kembali ikut naik, dan kepercayaan pelanggan pun tetap terjaga.
Dari sini terlihat bahwa House of Smith membedakan dengan jelas mana yang bisa diubah dan mana yang harus dijaga. Strategi boleh menyesuaikan keadaan, tetapi nilai tetap harus dipertahankan.
Di tengah persaingan yang semakin meningkat, pendekatan seperti ini memberi satu pelajaran sederhana: bisnis bisa berkembang tanpa harus meninggalkan prinsip yang diyakini sejak awal.