Jumlah Meninggal 15 Orang, 10 dari 15 Jenazah Korban Kecelakaan KA Bekasi Masih Proses Identifikasi di RS Polri
ORBITINDONESIA.COM - Berdasarkan informasi pada Selasa siang, 28 April 2026, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam, 27 April 2026, sebanyak 15 orang, dan 84 orang menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr Martinus Ginting mengungkapkan, 10 dari 15 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati.
Menurut penjelasan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, Kecelakaan terjadi karena kereta Commuter Line - kereta listrik yang melayani wilayah Jakarta dan kota sekitarnya - menabrak sebuah taksi yang mogok persis di atas rel perlintasan sebidang.
Tak berapa lama Kereta Argo Anggrek dari Gambir (Jakarta) menuju Surabaya menabrak rangkaian gerbong Commuter Line dari belakang dalam kecepatan tinggi. Untuk penyelidikan kecelakaan ini, Bobby menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Saat menjenguk korban di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Presiden Prabowo menyatakan akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
Anggaran itu untuk pembuatan jembatan layang (flyover), pengadaan pos jaga perlintasan, dan lainnya. Sementara, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, mengatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap manajemen PT KAI.
Kecelakaan di Bekasi Timur mengingatkan akan peristiwa tabrakan 2 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) - sebelum berganti nama menjadi Commuter Line - jurusan Jakarta-Bogor.
Tabrakan berhadap muka 2 rangkaian KRL yang berlawanan arah terjadi di dekat Stasiun Citayam, Bogor, pada Selasa, 2 November 1993. Kecelakaan itu menewaskan 20 orang, dan lebih dari 150 orang luka-luka berat dan ringan. ***