Revolusi Komunikasi Antariksa: Laser Gantikan Radio di Misi Artemis II

ORBITINDONESIA.COM – NASA mengujicoba sistem komunikasi laser untuk misi Artemis II, menjanjikan aliran data lebih cepat dan besar, membuka era baru dalam komunikasi antariksa.

Komunikasi antariksa menghadapi tantangan besar dengan data misi bulan modern yang meningkat pesat. Sistem radio tradisional dinilai tidak cukup efisien untuk menangani data sebesar 300GB hingga 400GB yang dihasilkan Artemis II.

Sistem komunikasi laser NASA, O2O, mampu menurunkan lebih dari 100GB data dengan kecepatan 36GB per jam. Ini jauh melampaui radio S-band yang hanya sanggup sekitar 7GB per hari. Namun, adopsi teknologi ini masih menghadapi tantangan, terutama cuaca di stasiun darat.

Meskipun sistem komunikasi laser menawarkan lonjakan kapasitas, reliabilitasnya di ruang angkasa belum sepenuhnya teruji. NASA harus memastikan bahwa teknologi ini dapat diandalkan tanpa banyak intervensi dari Bumi, di tengah cuaca yang berubah-ubah.

Inovasi komunikasi antariksa ini membuka jalan bagi penemuan ilmiah baru. Namun, pembuktian di lapangan tetap diperlukan untuk menjadikannya standar baru. Akankah laser menggantikan radio sepenuhnya di masa depan? Waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 27 April 2026)