Digital Anxiety di Pakistan: Tantangan Modernisasi Kerja

ORBITINDONESIA.COM – Digital anxiety kini menjadi fenomena global yang mengganggu ritme kerja di Pakistan, memaksa 83 persen pekerja menyelesaikan tugas kantor di luar jam kerja.

Seiring dengan kemajuan teknologi, batasan antara pekerjaan dan waktu pribadi semakin kabur. Survei Kaspersky di wilayah META menunjukkan bahwa mayoritas pekerja merasa tertekan untuk selalu tersedia. Ini menciptakan lingkungan kerja yang penuh stres dan berpotensi merusak kesejahteraan mental karyawan.

Data menunjukkan bahwa 85 persen pekerja membalas pesan terkait pekerjaan melalui aplikasi perpesanan instan di luar jam kerja. Selain itu, 81 persen melakukannya bahkan saat berlibur. Tekanan ini tidak hanya membebani mental, tetapi juga meningkatkan risiko keamanan siber, karena karyawan cenderung bertindak impulsif dalam menanggapi pesan yang mendesak.

Menurut Muhammad Asad Rehman, tren ini adalah cerminan realitas di Pakistan dan memerlukan perhatian serius. Dengan adopsi digital yang cepat, organisasi harus menyadari bahwa keamanan siber tidak lagi bisa diabaikan. Selain itu, budaya kerja yang terus-menerus terhubung dapat mengganggu pembuatan keputusan yang tepat dan meningkatkan paparan terhadap ancaman siber.

Memperhatikan urgensi dan pentingnya topik ini, perlu ada langkah konkret untuk menyeimbangkan antara tuntutan kerja dan kesehatan mental. Masyarakat dan organisasi harus merenungkan: Apakah kita siap untuk menghadapi risiko yang mengintai akibat dari tekanan digital yang berlebihan ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 17 April 2026)