Menggali Fenomena 'Girl Math': Antara Logika dan Emosi Belanja Wanita
ORBITINDONESIA.COM – Fenomena 'Girl Math' menjadi perbincangan hangat di media sosial, menggambarkan cara unik wanita dalam mengelola keuangan mereka. Viral di TikTok, tren ini menyoroti bagaimana belanja dapat dipahami secara emosional, bukan hanya finansial.
Tren 'Girl Math' muncul sebagai respons terhadap kebiasaan belanja wanita yang kerap sulit dipahami oleh pria. Dengan cepat menjadi populer di TikTok, fenomena ini menggambarkan bagaimana wanita membenarkan pengeluaran dengan logika yang tampaknya tidak konvensional.
'Girl Math' adalah contoh dari teori mental accounting oleh Richard Thaler, di mana individu membagi uang mereka ke dalam 'akun mental' berbeda. Hal ini sering kali menyebabkan keputusan finansial yang tampak tidak rasional, tetapi menawarkan wawasan tentang bagaimana nilai belanja dipersepsi.
Menurut beberapa ahli, seperti Kelly Ann Winget, 'Girl Math' dapat memberdayakan wanita dalam pengambilan keputusan finansial. Namun, kritik juga muncul, seperti dari Brad Klontz, yang melihatnya sebagai rasionalisasi perilaku belanja impulsif yang seharusnya dihindari.
Fenomena 'Girl Math' mengundang kita untuk merenungkan hubungan antara logika dan emosi dalam belanja. Mampukah cara pandang baru ini membantu kita lebih bijak, atau justru menjerumuskan dalam kebiasaan yang merugikan? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 16 April 2026)