Menggali Lebih Dalam: Pinjaman Pribadi dan Siklus Utang

ORBITINDONESIA.COM – Lonjakan penggunaan pinjaman pribadi di AS menyoroti tantangan siklus utang yang tak berujung. Para ahli memperingatkan, solusi jangka pendek bisa berujung pada kesulitan finansial yang lebih besar.

Pinjaman pribadi menjadi pilihan utama bagi banyak orang Amerika yang ingin mengonsolidasi utang. Namun, tanpa perubahan gaya hidup, strategi ini bisa gagal. Menurut perkiraan TransUnion, pinjaman pribadi tak terjamin akan mendorong peningkatan pinjaman baru tahun ini.

Pinjaman pribadi menawarkan suku bunga lebih rendah dibandingkan kartu kredit. Rata-rata, suku bunga pinjaman pribadi adalah 12,26%, sedangkan kartu kredit mencapai 19,58%. Namun, studi TransUnion 2023 menunjukkan banyak yang kembali ke level utang semula dalam 18 bulan.

Jim Triggs dari Money Management International menekankan pentingnya mengubah kebiasaan belanja. Konsolidasi utang bukan solusi mutlak. Memahami emosi dan sistem pemasaran bisa membantu mengatasi siklus utang, kata konselor keuangan Rahkim Sabree.

Mencapai stabilitas finansial memerlukan lebih dari sekadar solusi instan. Perubahan perilaku dan strategi yang konsisten adalah kunci. Konsumen harus memilih solusi yang mendukung stabilitas jangka panjang, bukan sekadar kelegaan sementara.

(Orbit dari berbagai sumber, 7 April 2026)