Temuan dari Operasi yang Gagal: Perang Itu Direncanakan oleh AS-Israel, Bukan Diprovokasi oleh Iran

ORBITINDONESIA.COM - Dari lokasi serangan AS yang gagal baru-baru di pegunungan Iran, ditemukan material penting, karena ini menjelaskan sejumlah hal. Material itu adalah kartu identitas “Mayor Amanda M. Ryder” dari Angkatan Udara AS.

Terlihat bahwa Amanda Ryder memiliki izin tinggal B2 dari Israel. Hal ini menarik karena izin B2 ini sebetulnya hanya mengizinkan warga asing tinggal untuk urusan pariwisata atau bisnis.

Seorang perwira Angkatan Udara Amerika tiba untuk berperang demi rezim Israel. Beginilah cara Trump membuat personel militer AS berperang untuk membela Israel.

Perang ini jelas tidak memiliki kepentingan strategis bagi AS. Justru PM Israel Benjamin Netanyahu yang merencanakan perang ini bersama Donald Trump.

Jangan tertipu dengan berpikir bahwa Israel membujuk Trump untuk berperang. Trump terlibat dalam perencanaan perang terhadap Iran, dan menginstruksikan para perencana di Pentagon.

Eskalasi Militer dan Pengerahan Kapal Induk

Trump diperingatkan bahwa mengirim satu kapal induk untuk perang itu tidak akan cukup. Maka, kemudian Trump mengirim kapal induk lain.

Tetapi semua kapal induk ini dapat melakukan sorti di luar wilayah Iran, dan mereka juga berisiko terkena serangan drone. Inilah yang dilakukan Iran terhadap kapal induk USS Gerald Ford, sehingga kapal itu dikeluarkan dari penugasan karena kerusakan yang parah.

Trump merencanakan perang ini dengan Netanyahu secara impulsif setelah gagal meraih kemenangan atas Iran dalam perang tanpa provokasi selama 12 hari.

Iran dengan naif menyetujui gencatan senjata, yang memungkinkan AS dan Israel untuk merencanakan ulang dan menyerang lagi untuk kedua kalinya.

Premis Perang yang Salah

Premis perang ini salah. AS memanipulasi mata uang Iran untuk menyebabkan kesulitan pada kehidupan rakyat Iran, yang diakui oleh Menteri Keuangan AS di siaran langsung TV.

Ini memicu protes, dan Trump kemudian mengakui bahwa mereka mengirim senjata kepada para demonstran di Iran, yang kemudian diambil alih oleh Kurdi.

Berdalih “membebaskan rakyat Iran,” AS-Israel mengirim senjata untuk mendukung para demonstran antipemerintah di Iran. Tetapi langkah itu tidak berhasil, dan ribuan orang tewas. Pemerintah Iran tetap bertahan.

Maka sekarang AS-Israel kembali menggunakan alasan senjata nuklir dan rudal balistik untuk perang tersebut.

Tujuan yang Mendasari

Tujuan utama AS dan Israel adalah untuk menggulingkan pemerintahan Islam di Iran. Terlepas dari negosiasi apa pun yang mereka ajukan kepada Iran, mereka akan menemukan cara untuk menggulingkan pemerintah atau membuatnya menderita.

Inilah mengapa, kali ini, setelah dikhianati dalam dua negosiasi sebelumnya, Iran tidak dapat menerima gencatan senjata apa pun.

Bahkan jika perang ini berhenti, AS-Israel akan menemukan cara rahasia untuk menyerang Iran. Mereka tidak akan berhenti selama Israel menganggap Iran sebagai ancaman.

Maka, perang ini dengan satu dan lain cara akan berlanjut.

(Ditulis berdasarkan data The Movement For Social Change - GH) ***