Transparansi Gaji: Mengungkap Kesenjangan Gender dan Solusi Eropa
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah krisis ketidaksetaraan gender, Uni Eropa mengambil langkah besar dengan menerapkan aturan transparansi gaji yang lebih ketat mulai Juni 2026.
Italia menghadapi persoalan serius dalam hal partisipasi ekonomi perempuan, menduduki peringkat ke-85 dari 148 negara dalam Indeks Kesetaraan Gender Global 2025.
Studi dari Universitas Stanford mengungkap bahwa pekerjaan menjadi kurang bernilai ketika perempuan mulai melakukannya, mengindikasikan bias sistemik dalam penentuan gaji.
Monia Cusini dari Sparq menekankan bahwa kesenjangan gaji muncul jauh sebelum keputusan upah dibuat, melalui model evaluasi kinerja dan penugasan proyek strategis yang bias.
Dengan regulasi baru ini, perusahaan memiliki kesempatan untuk tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga meningkatkan daya saing dengan menciptakan lingkungan kerja yang adil dan inklusif.