Harga Minyak Global Melonjak: Dampak Sanksi dan Konflik Iran

ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak mentah dunia turun setelah AS mempertimbangkan pencabutan sanksi minyak Iran. Langkah ini diharapkan meredakan tekanan harga pasca penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak, khususnya setelah Iran menutup Selat Hormuz. Sebagai jalur kritis bagi pasokan minyak global, penutupan ini mengancam stabilitas ekonomi dunia. Amerika Serikat, bersama sekutunya, mencari solusi untuk mengatasi lonjakan harga minyak.

Harga minyak Brent dan WTI menunjukkan penurunan sementara, namun proyeksi bank Citi menunjukkan potensi kenaikan tajam. Prediksi harga bisa mencapai 150 dollar AS jika konflik berlanjut. Sementara itu, pengamat mencatat bahwa pencabutan sanksi bisa menambah 140 juta barrel minyak ke pasar.

Langkah AS ini mencerminkan diplomasi ekonomi dalam menghadapi krisis energi. Namun, pertanyaan tetap ada mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini. Ekonomi global mungkin bisa bernapas lega sesaat, tetapi ketergantungan pada minyak Timur Tengah tetap menjadi ancaman.

Konflik dan diplomasi minyak ini mengingatkan kita akan rapuhnya keseimbangan energi dunia. Dengan perkembangan teknologi dan kesadaran akan energi terbarukan, apakah kita bisa mengurangi ketergantungan pada minyak mentah? Ini adalah tantangan bagi kebijakan energi global ke depan.

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Maret 2026)