IHSG Anjlok, APBN Terancam Defisit: Risiko Ekonomi Indonesia

ORBITINDONESIA.COM – IHSG sempat menyentuh level terendah sejak Juli 2025, menandakan tantangan serius bagi pasar modal Indonesia.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah kekhawatiran atas risiko defisit APBN yang melampaui batas legal akibat harga minyak yang terus melambung tinggi. Sementara itu, likuiditas pasar menurun menjelang Lebaran, dengan nilai transaksi harian rata-rata hanya mencapai Rp15,2 triliun. Dalam seminggu terakhir, IHSG mengalami penurunan sebesar -4,3%.

Presiden Prabowo menyatakan komitmennya terhadap disiplin fiskal meski harga minyak melampaui US$100 per barrel. Analisis pemerintah menunjukkan sulitnya mencapai target defisit tanpa pemotongan belanja negara. Jika harga minyak bertahan di kisaran tinggi, defisit APBN 2026 diprediksi bisa mencapai 3,6% terhadap PDB.

Pernyataan Presiden Prabowo dan analisis pemerintah mencerminkan dilema antara pemeliharaan stabilitas ekonomi dan tekanan geopolitik. Pasar menuntut kebijakan yang lebih proaktif untuk mengatasi ketidakstabilan ini. Komoditas ekspor seperti batu bara dan CPO bisa menjadi penyelamat ekonomi jika harga minyak tetap tinggi.

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak pasar global. Pertanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana pemerintah dapat menyeimbangkan antara kebutuhan fiskal dan tekanan eksternal. Di sinilah kebijakan yang bijak dan adaptif menjadi kunci keberhasilan.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Maret 2026)