Ironi Program Makan Bergizi: Nutrisi Terbuang Sia-sia

ORBITINDONESIA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DKI Jakarta menghadapi kenyataan pahit: mayoritas siswa tidak menghabiskan makanan mereka, menciptakan ancaman food waste di tengah upaya pemenuhan nutrisi.

Program MBG diluncurkan dengan harapan besar untuk meningkatkan asupan nutrisi anak sekolah. Namun, riset dari FISIP UI menunjukkan hanya 4-5 siswa per kelas yang benar-benar menghabiskan makanannya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi pemborosan makanan.

Penelitian ini mengungkap bahwa masalah MBG tidak hanya terletak pada aspek logistik, tetapi juga pada faktor sosial dan budaya. Menu yang dianggap asing oleh anak-anak menyebabkan rendahnya minat konsumsi. Kebiasaan makan yang terbentuk dari lingkungan tidak dapat diubah secara instan dengan hanya memberikan makanan secara fisik.

Kenyataan bahwa program dengan biaya besar justru berpotensi menimbulkan food waste sungguh ironis. Ini adalah alarm bagi penyelenggara program untuk mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi anak-anak. Program ini harus lebih peka terhadap selera dan kebiasaan makan siswa agar tujuan gizi tercapai.

Refleksi akhir dari situasi ini adalah perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam penyediaan makanan bergizi. Apakah kita siap untuk mengubah strategi demi memastikan program ini sukses? Atau kita akan membiarkan ironi ini berlanjut? Tantangan ini harus dijawab demi masa depan generasi muda Indonesia.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Maret 2026)