Rekomendasi Outfit di Ramadhan dari Brand Lokal M231: Kemeja yang Tumbuh Bersama Generasi Pria Indonesia

Membeli produk lokal bukan sekadar transaksi, tapi partisipasi dalam menjaga roda ekonomi tetapi berputar.”

Di banyak kota Indonesia pada awal 2000-an, salah satu nama brand fesyen yang hampir selalu hadir di pusat perbelanjaan adalah M231. Ia bukan pakaian dari label mahal yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu. 

‎Hanya sebuah kemeja sederhana yang pantas dikenakan ke kantor, ke acara keluarga, atau ke momen penting seperti lamaran dan wisuda. Aman, rapi, dan terasa pas di tubuh saat digunakan.

‎Waktu berjalan, tren pun bergerak cepat, dan cara belanja mulai berpindah ke layar ponsel. Banyak brand lama kehilangan tempat karena tak lagi terasa relevan dengan ritme baru ini. Namun M231 tidak memilih bertahan sebagai kemeja klasik semata. Ia ikut bergerak bersama generasi yang dulu mengenalnya.

‎Perubahan itu pun terasa semakin relevan ketika Ramadhan tiba. Bulan suci selalu menghadirkan momen-momen khusus: buka puasa bersama rekan kerja, tarawih di masjid, silaturahmi keluarga, hingga persiapan Hari Raya. Di bulan ini, kebutuhan akan pakaian yang rapi namun tetap nyaman menjadi penting. Bukan sekadar tampil baik di depan orang lain, tetapi juga menghadirkan rasa pantas dalam suasana yang lebih sakral.

Di sinilah M231 menemukan konteks barunya. Kemeja dengan potongan bersih dan warna-warna lembut cocok dikenakan untuk buka puasa bersama tanpa terasa terlalu formal. 

‎Untuk tarawih, pilihan atasan yang ringan dan menyerap keringat memberi kenyamanan saat bergerak. Sementara menjelang Idulfitri, tampilan rapi dengan sentuhan modern tetap bisa didapat tanpa harus meninggalkan karakter sederhana yang selama ini melekat pada brand ini.

‎Hari ini, M231 tidak lagi hanya soal formalitas. Ia hadir dalam pakaian kasual yang ringan, celana sehari-hari, hingga koleksi wanita dan anak. Perubahan ini terasa alami, seolah mengikuti fase hidup pelanggannya. Pria yang dulu membeli kemeja kerja kini mungkin adalah ayah yang memilihkan pakaian anak untuk salat Ied. Pasangan yang dulu mengenal brand ini dari koleksi pria kini bisa menemukan busana keluarga dalam label yang sama. Ada rasa kesinambungan yang hangat: satu brand yang tidak terputus dari perjalanan hidup penggunanya, termasuk di bulan penuh makna seperti Ramadhan.

‎Transformasi lain terjadi dalam cara ia ditemukan. Jika dulu M231 dicari di rak toko atau etalase mal, kini ia muncul di pencarian marketplace dan kampanye belanja online, terutama saat momen Ramadhan dan Lebaran. Produk yang dulu identik dengan generasi lama menemukan kembali audiensnya di generasi digital. Pengalaman menemukan kembali kemeja yang dulu dipakai ayah, kini hadir dalam gaya yang lebih kasual di layar ponsel, memberi rasa nostalgia sekaligus pembaruan.

‎‎Di balik setiap potong pakaian M231, ada cerita yang jarang terlihat: jaringan penjahit lokal dari berbagai daerah yang memproduksi dalam jumlah besar. Banyak di antaranya adalah perempuan yang menggantungkan penghasilan dari keterampilan menjahit yang diwariskan turun-temurun. 

‎Ketika memilih outfit dari brand lokal yang dikenakan bukan sekadar busana, tetapi juga dukungan pada rantai ekonomi masyarakat Indonesia yang lebih luas.

‎Di tengah banyaknya brand fesyen baru, tidak semua memiliki hubungan panjang dengan konsumennya. M231 bertahan karena memilih tumbuh bersama penggunanya. Ia bergeser dari formal ke kasual, dari pria ke keluarga, dari toko fisik ke ruang digital, tanpa kehilangan identitas dasarnya: pakaian yang rapi, mudah dipakai, dan terjangkau untuk semua kalangan.

‎Dan mungkin itulah yang membuatnya tetap relevan setiap Ramadhan. Karena di bulan ini, kita selalu diajak kembali pada kesederhanaan.