Anggaran Tanggap Darurat Sumatera: Ketidakpastian dan Solusi

ORBITINDONESIA.COM – Dalam rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, pertanyaan besar muncul: dari mana sumber dana tanggap darurat untuk Sumatera? Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menantang Menteri Keuangan untuk memberikan kepastian.

Isu ini berakar pada ketidakpastian anggaran untuk penanggulangan bencana di Sumatera. Dengan kebutuhan dana yang diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum mencapai Rp 74 triliun, proses persetujuan anggaran terhambat di Bappenas.

Anggaran yang diusulkan Kementerian PU mencakup berbagai kebutuhan infrastruktur dan rehabilitasi. Namun, alokasi dari BNPB yang hanya Rp 4,3 triliun tidak cukup. Ini menimbulkan risiko finansial bagi kontraktor yang sudah beroperasi di lapangan.

Ketidakpastian ini menunjukkan tantangan birokrasi dan koordinasi antar lembaga. Dasco menekan pentingnya kebijakan cepat untuk mengatasi kendala anggaran agar pembangunan tidak terhenti. Keputusan cepat diperlukan untuk menghindari stagnasi proyek di lapangan.

Ketegangan ini akhirnya menemukan solusi setelah Mensesneg Prasetyo Hadi menjamin akan bertanggung jawab atas kendala di Bappenas. Namun, pertanyaan tetap ada: bagaimana mekanisme yang lebih efisien bisa diimplementasikan di masa depan? Kebijakan tanggap darurat harus lebih responsif dan terstruktur.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)