Bitcoin Anjlok: Menghadapi Musim Dingin Kripto yang Membekukan
ORBITINDONESIA.COM – Bitcoin kembali mencatatkan penurunan tajam, mencapai titik terendah dalam lebih dari setahun, mengingatkan kita pada volatilitas dunia kripto yang mengguncang.
Bitcoin, sebagai mata uang kripto terpopuler, mengalami penurunan harga signifikan hingga di bawah $66,000. Ini merupakan penurunan hampir 50% dari puncaknya di bulan Oktober. Analis memperingatkan bahwa penurunan ini bukan sekadar koreksi pasar, tetapi sebuah 'musim dingin kripto' yang penuh tantangan.
Barry Bannister dari Stifel memprediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai titik terendah sekitar $38,000. Ini didasarkan pada tren selama 'super-bears' sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh faktor seperti leverage berlebihan dan pengambilan keuntungan oleh investor awal. Selain itu, tekanan kredit di sektor teknologi juga turut mempengaruhi penurunan harga Bitcoin.
Di tengah penurunan ini, beberapa ahli melihat peluang. Barry Glassman menyebut ini sebagai kesempatan membeli bagi mereka yang optimis jangka panjang terhadap Bitcoin. Namun, investor harus berhati-hati, mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan untuk menentukan strategi investasi yang tepat.
Meski pasar kripto sedang dalam fase musim dingin, potensi jangka panjangnya tetap ada. Pertanyaan yang tersisa adalah: Apakah Anda siap mengambil risiko ini dalam portofolio Anda? Pemahaman mendalam dan strategi bijak menjadi kunci menghadapi badai kripto ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)