Margot Robbie Memilih Puaskan Penonton Bioskop yang Bayar Ketimbang Kritikus Film

ORBITINDONESIA.COM - Di tengah ramainya perbincangan mengenai film terbarunya, Wuthering Heights, Margot Robbie melontarkan pernyataan yang cukup berani.

Aktris sekaligus produser papan atas ini menegaskan sama sekali gak ambil pusing dengan opini para kritikus film saat sedang menggarap sebuah proyek.

Dalam wawancaranya dengan GQ Australia (via Variety), Margot menyatakan dengan gamblang fokus utamanya adalah orang-orang yang rela mengeluarkan uang untuk membeli tiket bioskop.

"Saya membuat film untuk orang-orang yang membeli tiket. Saya tidak pernah berpikir, 'Apa ya yang bakal dipikirkan para kritikus soal ini?'" ungkapnya pada Joel Edgerton.

"Saya berpikir, 'Apa yang akan dirasakan penonton saat ini? Bagaimana respons emosional mereka?' Saya percaya Anda harus membuat film untuk orang-orang yang akan membeli tiket untuk menonton film tersebut. Sesederhana itu."

Pernyataan ini muncul bukan tanpa alasan. Film adaptasi klasik Wuthering Heights (2026) yang dibintangi bersama Jacob Elordi memang sedang menjadi buah bibir.

Meski film tersebut merajai box office dengan pendapatan USD 34,8 juta di akhir pekan pembukaannya, para kritikus justru memberikan ulasan yang beragam-bahkan ada yang menyebutnya "kehilangan jiwa aslinya" karena terlalu mengedepankan estetika modern yang sensual.

Bagi Margot, keberhasilan sebuah film diukur dari antusiasme penonton. Meskipun skor kritikus di Rotten Tomatoes mungkin terlihat "biasa saja" (sekitar 61-63%), Margot lebih melihat angka kepuasan penonton yang jauh lebih tinggi (mencapai 80-85%). Baginya, jika penonton merasa terhibur, maka tugasnya sebagai sineas sudah selesai.

Sebagai produser, Margot juga membela visi sutradara Emerald Fennell. Ia menyadari bahwa gaya penyutradaraan Fennell (seperti di Saltburn) memang selalu memicu polarisasi.

Namun, Margot percaya bahwa kontroversi dan perdebatan justru membuktikan bahwa film tersebut berhasil memancing emosi penonton, yang jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan nilai sempurna dari kritikus profesional.

(Sumber: Variety/Info Film) ***