Kritik Menkeu: Perbankan Syariah Belum Optimal
ORBITINDONESIA.COM – Praktik perbankan syariah di Indonesia mendapat sorotan tajam dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam forum ekonomi syariah, ia mengkritik biaya layanan yang lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.
Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, diharapkan bisa menjadi pusat ekonomi syariah global. Namun, praktik perbankan syariah dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip ekonomi Islam. Tantangan utama adalah biaya layanan yang lebih mahal dan keterlambatan dalam implementasi prinsip syariah yang substansial.
Praktik perbankan syariah masih sebatas penggunaan istilah tanpa perubahan mendasar dalam sistem keuangan. Biaya dana yang tinggi dan skala bisnis yang lebih kecil menjadi penyebab utama mahalnya biaya layanan. Dibandingkan dengan negara seperti Jerman yang menerapkan prinsip serupa dengan lebih efektif, Indonesia masih tertinggal.
Kritik Purbaya mengundang respons dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah yang menilai perlu adanya evaluasi terbuka dan konstruktif. Perbankan syariah seharusnya tidak hanya mengganti istilah, tetapi juga menawarkan sistem yang adil dan efisien. Dukungan pemerintah dengan menempatkan dana di bank syariah bisa menjadi solusi untuk menurunkan biaya dana.
Mengatasi tantangan perbankan syariah memerlukan komitmen kuat dari pemerintah dan industri keuangan. Dengan kebijakan yang tepat dan peningkatan efisiensi, perbankan syariah bisa menjadi lebih kompetitif. Apakah kita siap menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar utama pembangunan nasional?
(Orbit dari berbagai sumber, 19 Februari 2026)