24 Raksasa Internasional Berlomba di Proyek Waste-to-Energy Indonesia

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah krisis sampah yang kian mendesak, 24 perusahaan global siap membawa teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik ke Indonesia.

Masalah sampah di Indonesia telah mencapai titik kritis, terutama di kota-kota besar yang menjadi pusat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, kebutuhan energi bersih semakin meningkat seiring dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon. Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) muncul sebagai solusi potensial yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dan penyediaan energi terbarukan.

Proyek Waste-to-Energy (WtE) yang diusung Danantara ini menggandeng 24 perusahaan dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Prancis, dan Jepang. Dari lebih 200 pendaftar, hanya 24 yang lolos seleksi ketat berdasarkan kriteria teknis dan kemampuan finansial. Menariknya, dominasi perusahaan Tiongkok terlihat dengan enam dari delapan perusahaan yang diumumkan berasal dari negeri tirai bambu. Hal ini menunjukkan ketertarikan dan kemampuan negara tersebut dalam teknologi WtE. Fokus awal proyek ini mencakup empat kota, yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta, yang memiliki kebutuhan mendesak dalam penanganan sampah.

Dalam proyek ini, pembentukan konsorsium antar perusahaan internasional dan lokal menjadi faktor kunci keberhasilan. Konsorsium ini diharapkan dapat mendorong transfer teknologi dan pengetahuan, meningkatkan kapabilitas lokal, dan memastikan keberlanjutan proyek. Namun, tantangan besar tetap ada, termasuk dalam aspek regulasi, transparansi tender, dan penerimaan masyarakat. Proses pemilihan yang transparan dan berbasis mitigasi risiko menjadi sorotan utama demi menjaga kepercayaan publik dan investor.

Proyek PSEL ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah penting menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan penyediaan energi bersih. Dengan melibatkan berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan proyek serupa di masa depan. Apakah Indonesia siap mengambil langkah besar ini dan memastikan keberhasilannya demi masa depan yang lebih hijau dan bersih?

(Orbit dari berbagai sumber, 17 Februari 2026)