Seorang Perempuan Nanjing Buktikan Kelemahan Teknologi Pengenalan Wajah iPhone
ORBITINDONESIA.COM - Seorang warga Nanjing, Tiongkok, baru-baru ini melaporkan celah keamanan signifikan yang melibatkan iPhone X miliknya yang telah memicu diskusi baru mengenai keandalan teknologi pengenalan wajah.
Setelah mengkonfigurasi perangkat dengan data biometriknya sendiri, wanita itu menemukan bahwa rekan kerjanya dapat dengan mudah melewati kunci Face ID.
Hal ini terjadi meskipun klaim pemasaran Apple menyatakan bahwa kemungkinan seseorang secara acak membuka kunci ponsel pengguna lain adalah sekitar satu banding satu juta.
Ketika wanita itu pertama kali menghubungi dukungan pelanggan Apple, laporannya disambut dengan skeptisisme dari perwakilan yang menganggap klaim tersebut sangat tidak mungkin.
Untuk membuktikan keabsahan pelanggaran keamanan tersebut, ia mengunjungi Apple Store setempat secara langsung ditemani oleh rekan kerjanya.
Selama demonstrasi, rekan kerjanya berhasil membuka kunci perangkat di depan staf, yang mengkonfirmasi bahwa perangkat keras gagal membedakan antara dua individu yang berbeda.
Setelah demonstrasi kesalahan tersebut berhasil, karyawan Apple Store dilaporkan mengaitkan kegagalan tersebut dengan modul kamera yang rusak dan memberi wanita itu perangkat pengganti.
Namun, masalah tersebut tetap berlanjut karena rekan kerjanya juga dapat membuka kunci iPhone kedua.
Insiden ini menyoroti kekhawatiran yang terus berlanjut tentang keterbatasan keamanan biometrik dan potensi algoritma perangkat lunak untuk kesulitan mengenali fitur wajah tertentu atau kondisi pencahayaan dalam skenario dunia nyata.
(Sumber: Tech Brains) ***