Israel Perkuat Kendali Tepi Barat, Prospek Perdamaian Terancam
ORBITINDONESIA.COM – Keputusan kabinet Israel untuk mempermudah pembelian tanah di Tepi Barat oleh warga Israel memicu reaksi keras dari berbagai pihak internasional.
Pada awal Februari 2026, kabinet keamanan Israel menyetujui aturan baru yang memperkuat kendali Tel Aviv atas Tepi Barat, termasuk mempermudah warga Israel membeli tanah di wilayah tersebut. Kebijakan ini memicu kecaman internasional, mengingat Tepi Barat adalah wilayah yang diinginkan Palestina untuk merdeka.
Aturan baru Israel ini tidak hanya mengancam prospek perdamaian, tetapi juga dianggap melanggar berbagai perjanjian internasional. Penghapusan kebijakan yang mencegah pembelian tanah oleh orang Yahudi di Tepi Barat memperkuat permukiman ilegal dan memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.
Keputusan ini mencerminkan sikap tegas Israel untuk mengubur gagasan negara Palestina, sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Keuangan Israel. Pihak Palestina dan komunitas internasional memandang langkah ini sebagai ancaman serius terhadap solusi dua negara.
Pertemuan mendatang antara PM Israel dan Presiden AS mungkin akan menjadi momen penting dalam menentukan arah kebijakan di Tepi Barat. Pertanyaan besar tetap, apakah dunia akan membiarkan langkah sepihak ini berlalu tanpa konsekuensi?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)