Fenomena Hujan Meteor: Keindahan di Langit Malam

ORBITINDONESIA.COM – Setiap tahun, langit malam menyuguhkan pertunjukan menakjubkan ketika hujan meteor melintasi atmosfer Bumi. Terbakar dan bercahaya, partikel dari luar angkasa ini menciptakan garis cahaya yang memukau.

Hujan meteor terjadi ketika partikel kecil luar angkasa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar. Fenomena ini sebagian besar berasal dari komet yang mendekati Matahari, melepaskan debu dan pecahan batuan di sepanjang orbitnya. Bumi, dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, berpotongan dengan jalur debu ini, menghasilkan hujan meteor yang terlihat dari permukaan Bumi.

Tahun 2026 akan menyaksikan beberapa hujan meteor utama seperti Quadrantids, Lyrids, Perseids, Orionids, dan Geminids. Quadrantids akan menghiasi langit di Januari sementara Perseids, yang paling populer, akan terlihat di bulan Agustus. Partikel yang memasuki atmosfer bergerak dengan kecepatan puluhan kilometer per detik, menghasilkan cahaya terang saat terbakar.

Keindahan hujan meteor bukan hanya terletak pada visualnya, tetapi juga pada fakta bahwa fenomena ini merupakan hasil dari interaksi rumit antara benda langit dan Bumi. Meski tampak dramatis, hujan meteor tidak menimbulkan bahaya bagi manusia karena partikel tersebut terbakar habis di atmosfer.

Hujan meteor adalah pengingat akan keterhubungan kita dengan alam semesta yang lebih luas. Fenomena ini menawarkan momen refleksi tentang posisi Bumi dalam kosmos dan mengundang kita untuk menghargai keajaiban alam. Mungkin, di bawah langit yang penuh bintang jatuh, kita bisa merenungkan tempat kita di tengah semesta yang luas ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 8 Februari 2026)