Menelisik Makna Puasa Nisfu Syaban dan Tradisi Ayyamul Bidh
ORBITINDONESIA.COM – Nisfu Syaban, tradisi yang melekat dalam kehidupan umat Muslim, kembali hadir, mengundang refleksi mendalam akan nilai-nilai spiritual di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.
Nisfu Syaban adalah momen penting dalam kalender Hijriah yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban. Pada tahun ini, tanggal tersebut bertepatan dengan 3 Februari 2026. Tradisi ini beriringan dengan puasa Ayyamul Bidh yang dikenal sebagai ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Puasa Ayyamul Bidh, yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, memiliki dalil kuat dari hadits Nabi. Praktik ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah tetapi juga sarana untuk memperkuat disiplin spiritual. Hadits dari Abu Hurairah mengungkapkan kebiasaan Nabi yang mencakup puasa ini, memberikan dimensi historis dan teologis yang mendalam.
Menjalankan puasa Nisfu Syaban di era kontemporer dapat dipandang sebagai upaya menjaga warisan spiritual. Dalam dunia yang semakin materialistis, praktik ini mengingatkan kita pada pentingnya menyeimbangkan antara kebutuhan fisik dan spiritual. Ini adalah sebuah refleksi dari kesadaran akan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Menyambut Nisfu Syaban, kita dihadapkan pada pilihan untuk kembali merenungi nilai-nilai dasar kehidupan. Apakah kita siap menjadikan momen ini sebagai titik balik spiritual yang memperkuat iman dan ketakwaan? Mari kita jadikan Nisfu Syaban sebagai kesempatan untuk merefleksikan diri dan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Februari 2026)