Coenzyme Q10: Harapan Baru dalam Teknologi Reproduksi Berbantu
ORBITINDONESIA.COM – Dalam dunia fertilitas, setiap sel sperma menjadi sangat berharga, terutama bagi pria dengan severe oligozoospermia. Teknologi seperti ICSI menawarkan solusi, namun tantangan masih ada, terutama dalam menjaga kualitas sperma yang dibekukan.
Severe oligozoospermia merupakan tantangan besar dalam dunia fertilitas. Sperma yang sedikit dan rapuh memerlukan teknologi reproduksi berbantu seperti ICSI. Namun, proses kriopreservasi sering merusak sperma, mengurangi motilitasnya. Penelitian menunjukkan bahwa sperma dengan kondisi ini lebih rentan terhadap kerusakan, sehingga kehamilan menggunakan sperma beku sering gagal.
Penelitian di Universitas Airlangga menunjukkan ubiquinone dapat menurunkan kerusakan motilitas sperma selama pembekuan. Sperma yang dibekukan dengan ubiquinone menunjukkan penurunan motilitas yang lebih kecil dibandingkan yang tidak. Ubiquinone, antioksidan alami, terbukti menjaga fungsi mitokondria sperma, meningkatkan motilitas, yang penting bagi fertilisasi.
Ubiquinone menawarkan solusi sederhana namun efektif dalam meningkatkan peluang fertilisasi pada kasus severe oligozoospermia. Meski tidak mengurangi kematian sperma selama pembekuan, peningkatan motilitas sperma menjadi penentu dalam keberhasilan ICSI. Ubiquinone, dengan biaya terjangkau dan keamanan yang terjaga, dapat menjadi tambahan penting dalam protokol kriopreservasi sperma.
Penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan kecil di tingkat sel dapat berdampak besar dalam harapan memiliki keturunan. Ubiquinone bukan solusi tunggal, tetapi membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas sperma. Dalam dunia di mana setiap sperma berarti, setiap inovasi memiliki potensi besar untuk mengubah hidup banyak pasangan. (Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)