Menjadi Tak Tergantikan: Anugerah atau Penjara Karier?

ORBITINDONESIA.COM – Di balik predikat 'Tak Tergantikan' yang tampak menggiurkan, tersimpan risiko tersembunyi yang mengancam pertumbuhan karier. Apakah ini sebenarnya penjara emas?

Predikat ini sering dianggap pencapaian tertinggi dalam sebuah organisasi. Namun, kenyataannya bisa menjadi penghalang bagi perkembangan individu. Ketika manajemen menolak rotasi atau promosi dengan dalih tidak ada pengganti, mereka menciptakan stagnasi kompetensi.

Penelitian menunjukkan bahwa stagnasi ini dapat menurunkan komitmen. Menurut Self-Determination Theory, motivasi manusia tergerak oleh otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Tanpa tantangan baru, seorang pegawai bisa mengalami 'Boredout', stres akibat kurangnya stimulasi kerja.

Bagi organisasi, mempertahankan pegawai di posisi yang sama menciptakan ilusi kestabilan. Ini berisiko menciptakan Single Point of Failure. Ketergantungan berlebih pada individu tertentu dapat melumpuhkan operasional perusahaan jika pegawai tersebut berhenti.

Mendorong pegawai untuk tumbuh dan belajar adalah tanda organisasi sehat. Apresiasi sejati bukanlah menjaga mereka di posisi yang sama, tetapi memberi kesempatan untuk berkembang. Tanpa itu, bagaimana kita bisa berharap pada inovasi dan kreativitas?

(Orbit dari berbagai sumber, 2 Februari 2026)