Perubahan Kebijakan Privasi TikTok: Kekhawatiran dan Fakta
ORBITINDONESIA.COM – Pengguna TikTok di AS panik setelah perubahan kebijakan privasi, memicu kekhawatiran tentang data sensitif yang dikumpulkan.
TikTok baru-baru ini memperbarui kebijakan privasinya yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna AS. Perubahan ini terjadi setelah perubahan kepemilikan di AS dan mencakup informasi lokasi spesifik serta data sensitif lainnya. Pengguna membagikan kekhawatiran mereka di media sosial tentang bahasa kebijakan yang menyebutkan pengumpulan informasi sensitif seperti orientasi seksual dan status imigrasi.
Meskipun banyak yang khawatir, bahasa kebijakan ini tidak baru dan disesuaikan untuk mematuhi undang-undang privasi negara bagian seperti California Consumer Privacy Act. Bahasa yang sama juga ditemukan dalam kebijakan aplikasi media sosial lainnya. Kebijakan ini menguraikan bahwa TikTok dapat memproses informasi dari konten pengguna yang mungkin mencakup data sensitif.
Kekhawatiran pengguna dapat dipahami, terutama mengingat iklim politik saat ini di AS terkait penegakan imigrasi dan privasi. Namun, kebijakan ini terutama ditujukan untuk mematuhi undang-undang dan melindungi TikTok dari masalah hukum. Beberapa ahli hukum menyatakan bahwa penjelasan terperinci ini mungkin membingungkan bagi pengguna biasa.
Penting bagi pengguna untuk memahami konteks hukum kebijakan ini. Meskipun ada risiko berbagi konten di media sosial, kebijakan TikTok bertujuan untuk transparansi. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kita dapat menyeimbangkan antara privasi dan keterbukaan dalam era digital.
(Orbit dari berbagai sumber, 27 Januari 2026)