Misteri Lubang Hitam Supermasif Terpecahkan: Penemuan Baru di Alam Semesta
ORBITINDONESIA.COM – Ilmuwan mungkin telah memecahkan misteri kosmik yang membingungkan sejak Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mulai melakukan pengamatan kembali pada tahun 2022.
Ketika para astronom mulai meneliti hari-hari awal alam semesta menggunakan observatorium mutakhir ini, mereka menemukan lubang hitam supermasif yang tampaknya terbentuk sebelum alam semesta berusia 1 miliar tahun, sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh model kosmos kita saat ini. Namun, sebuah studi baru menemukan bahwa 'pesta makan' lubang hitam mungkin menjelaskan bagaimana monster kosmik ini lahir begitu awal dalam sejarah alam semesta.
Tim peneliti menggunakan simulasi komputer canggih untuk menemukan bahwa kondisi kacau di alam semesta awal memicu lubang hitam kecil tumbuh menjadi lubang hitam supermasif melalui 'pesta makan' yang melahap materi di sekitarnya. Kondisi gas padat dan turbulen di galaksi pertama memungkinkan lubang hitam memasuki fase mega-gluttony singkat, melebihi batas 'Eddington limit'. Ini menjelaskan bagaimana lubang hitam kecil dapat tumbuh dengan cepat dan mencapai ukuran besar.
Penemuan ini menantang pandangan sebelumnya bahwa hanya 'biji berat' yang dapat tumbuh menjadi lubang hitam supermasif. Simulasi menunjukkan bahwa lubang hitam 'biji ringan' juga dapat tumbuh dengan cepat di alam semesta awal. Ini membuka jalan baru dalam pemahaman kita tentang evolusi awal lubang hitam dan menyoroti pentingnya simulasi resolusi tinggi dalam penelitian kosmos awal.
Penelitian ini tidak hanya menawarkan pandangan baru tentang pertumbuhan lubang hitam supermasif, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya observasi gelombang gravitasi di masa depan. Dengan peluncuran LISA pada 2035, kita mungkin dapat mendeteksi penggabungan awal lubang hitam ini, membuka lebih banyak misteri tentang alam semesta awal.
(Orbit dari berbagai sumber, 26 Januari 2026)