Menguak Misteri Silikat Kristal di Tepi Tata Surya Kita

ORBITINDONESIA.COM – NASA's James Webb Space Telescope telah mengungkap bukti konklusif tentang pembentukan silikat kristal di tepi tata surya kita, menjawab pertanyaan lama para astronom.

Selama ini, para astronom bertanya-tanya mengapa komet-komet di tepi tata surya mengandung silikat kristal, padahal kristal membutuhkan panas tinggi untuk terbentuk. Komet tersebut lebih sering berada di area dingin seperti Kuiper Belt dan Oort Cloud.

Teleskop James Webb menunjukkan bahwa bagian dalam cakram gas dan debu dari bintang muda adalah tempat terbentuknya silikat kristal. Selain itu, aliran kuat dari bintang ini mampu membawa kristal ke tepi cakram, area yang serupa dengan pembentukan komet di tata surya kita. Penemuan ini memberikan pemahaman baru tentang kondisi pembentukan silikat kristal.

Jeong-Eun Lee dan timnya menunjukkan bahwa aliran berlapis dari bintang EC 53 dapat mengangkat dan mendistribusikan silikat kristal ke area yang lebih jauh. Penemuan ini tidak hanya menjelaskan pembentukan silikat di tata surya kita, tetapi juga di cakram protoplanet di sekitar bintang muda lainnya.

Penelitian ini membuka wawasan baru tentang proses pembentukan dan distribusi silikat kristal di kosmos. Dengan data dari Teleskop Webb, kita semakin memahami bagaimana bintang muda membentuk dan menyebarkan material dasar pembentuk planet. Pertanyaan yang tetap ada adalah, bagaimana proses ini akan mempengaruhi pembentukan planet di masa depan?

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Januari 2026)