Ratifikasi Perjanjian Perdagangan UE-Mercosur Ditunda: Apa Artinya?
ORBITINDONESIA.COM – Keputusan mengejutkan Parlemen Uni Eropa menunda ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Mercosur menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan hubungan ekonomi antara Eropa dan Amerika Selatan.
Parlemen Uni Eropa telah memilih untuk menunda ratifikasi perjanjian perdagangan bebas besar dengan kelompok Mercosur karena kekhawatiran tentang legalitas kesepakatan tersebut. Perjanjian ini, yang telah diupayakan selama 25 tahun, bertujuan untuk memperkuat hubungan komersial di tengah meningkatnya proteksionisme dan ketegangan perdagangan global.
Kesepakatan ini didukung oleh negara-negara penghasil daging sapi di Amerika Selatan dan kepentingan industri di Eropa, dengan tujuan menghapus lebih dari 90% tarif untuk barang-barang dari daging sapi Argentina hingga mobil Jerman. Namun, kekhawatiran dari Prancis dan beberapa anggota parlemen lainnya tentang perlindungan petani menjadi penghambat utama. Ditambah lagi, keputusan untuk mengirim perjanjian ini ke pengadilan tertinggi Eropa dapat menunda implementasinya selama berbulan-bulan.
Keputusan Parlemen Uni Eropa dianggap sebagai langkah yang meremehkan situasi geopolitik oleh beberapa pemimpin Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebutnya 'disayangkan', sementara Bernd Lange, kepala komite perdagangan parlemen, menyebutnya 'sangat merugikan kepentingan ekonomi kita'. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyambut baik keputusan tersebut sebagai langkah yang sejalan dengan posisi Prancis.
Dengan situasi yang masih belum pasti, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah Uni Eropa dapat mengatasi perbedaan internalnya untuk memanfaatkan potensi ekonomi dari perjanjian ini. Apakah langkah ini akan menjadi penghalang atau justru kesempatan untuk memperkuat posisi Eropa di panggung perdagangan global? (Orbit dari berbagai sumber, 23 Januari 2026)