Gencatan Senjata Suriah: Upaya Penyatuan di Tengah Ketidakpastian
ORBITINDONESIA.COM – Perjanjian damai antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menandai babak baru dalam upaya menyatukan negara yang terkoyak perang selama 14 tahun.
Pemerintah Suriah dan SDF mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik berkepanjangan. Pengambilalihan wilayah Kurdi oleh tentara Suriah menjadi bagian dari kesepakatan ini. Namun, bentrokan masih terjadi, khususnya di sekitar penjara ISIL di al-Shadadi.
Integrasi SDF ke dalam kementerian pertahanan Suriah menunjukkan perubahan strategi politik. Deklarasi bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional merupakan langkah penting menuju rekonsiliasi. Namun, sejarah panjang perjuangan Kurdi menambah kompleksitas situasi ini.
Kebijakan pemerintah al-Sharaa menunjukkan niat baik untuk menyatukan Suriah. Namun, skeptisisme tetap ada di kalangan Kurdi yang telah lama berjuang untuk pengakuan dan tanah air. Apakah ini akan menjadi akhir dari perjuangan Kurdi atau awal dari babak baru?
Kesepakatan ini bisa menjadi titik balik bagi Suriah, tetapi pertanyaan tentang masa depan Kurdi tetap menggantung. Apakah pemerintah dapat memenuhi janjinya untuk menyatukan Suriah tanpa mengabaikan hak-hak minoritas? Masa depan Suriah bergantung pada jawaban dari pertanyaan ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 22 Januari 2026)